
KATURI NEWS – Militer Iran menyatakan telah menyiapkan berbagai skenario pertahanan untuk menghadapi kemungkinan aksi militer dari Amerika Serikat, termasuk apabila terjadi invasi darat. Pernyataan tersebut disampaikan oleh seorang sumber militer Iran kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti, dan dipublikasikan pada Kamis.
Menurut sumber tersebut, angkatan bersenjata Republik Islam Iran telah meningkatkan kesiapan operasional sebagai langkah antisipasi terhadap setiap kemungkinan eskalasi konflik dengan Washington. Persiapan itu mencakup berbagai skenario yang dirancang untuk menghadapi bentuk serangan yang berbeda, mulai dari operasi terbatas hingga invasi berskala besar.
Sumber militer Iran menyebutkan bahwa seluruh cabang angkatan bersenjata telah memiliki rencana respons apabila Amerika Serikat memutuskan mengambil langkah militer secara langsung. Ia menegaskan bahwa Iran tidak menginginkan konflik, tetapi mengklaim siap memberikan perlawanan jika wilayahnya diserang.
“Angkatan bersenjata kami telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi setiap serangan baru dari AS, terutama jika Washington melakukan kesalahan dengan melancarkan invasi darat,” ujar sumber tersebut dalam keterangannya kepada RIA Novosti.
Selain menyinggung kemungkinan invasi darat, sumber itu juga memberikan peringatan mengenai potensi serangan terhadap fasilitas strategis Iran. Ia menyatakan bahwa apabila terjadi serangan ulang terhadap fasilitas nuklir maupun infrastruktur penting lainnya, Iran akan memberikan respons yang disebut lebih besar dari perkiraan pihak Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap tegas Teheran dalam menghadapi meningkatnya ketegangan dengan Washington. Dalam beberapa waktu terakhir, hubungan kedua negara kembali menjadi sorotan setelah muncul sejumlah pernyataan keras dari kedua belah pihak terkait isu keamanan regional dan program nuklir Iran.
Sumber militer tersebut juga mengaitkan peningkatan kesiapan angkatan bersenjata Iran dengan ancaman yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurutnya, berbagai pernyataan dari pemimpin AS itu justru mendorong militer Iran untuk memperkuat kesiapan menghadapi kemungkinan operasi militer.
Iran menilai bahwa kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan nasional di tengah situasi geopolitik yang dinamis. Oleh karena itu, berbagai unsur militer diklaim telah melakukan perencanaan dan evaluasi terhadap sejumlah skenario yang mungkin terjadi apabila konflik meningkat.
Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat konfirmasi resmi dari pemerintah Amerika Serikat mengenai adanya rencana invasi darat ke wilayah Iran sebagaimana disebutkan oleh sumber militer tersebut. Pernyataan yang beredar berasal dari narasumber Iran yang dikutip oleh RIA Novosti dan belum diverifikasi secara independen oleh pihak lain.
Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat selama bertahun-tahun diwarnai ketegangan, terutama terkait program nuklir Iran, sanksi ekonomi, serta isu keamanan di kawasan Timur Tengah. Sejumlah perkembangan dalam beberapa tahun terakhir membuat kedua negara beberapa kali saling melontarkan pernyataan yang menunjukkan sikap keras.
Pengamat menilai bahwa setiap pernyataan dari kedua pihak berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan, sehingga berbagai perkembangan diplomatik maupun militer terus menjadi perhatian masyarakat internasional.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai terjadinya serangan baru ataupun operasi militer yang melibatkan kedua negara. Situasi masih terus dipantau oleh berbagai pihak mengingat setiap peningkatan ketegangan berpotensi memberikan dampak terhadap keamanan regional maupun kondisi geopolitik global.
Pernyataan terbaru dari sumber militer Iran tersebut menambah daftar respons resmi maupun tidak resmi yang muncul di tengah hubungan yang masih diwarnai ketidakpercayaan antara Teheran dan Washington. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada langkah diplomatik maupun kebijakan yang diambil kedua negara dalam waktu mendatang.
