
KATURI SPORT – Timnas Putri Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah sepak bola Asia Tenggara. Skuad Garuda Pertiwi sukses mempertahankan gelar juara AFF Women’s Cup 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan 5-0 atas Laos pada partai final yang berlangsung di Kuala Lumpur Football Stadium, Malaysia, Rabu.
Kemenangan ini menegaskan dominasi Indonesia di turnamen tersebut sekaligus menjadi bukti perkembangan pesat sepak bola putri nasional dalam beberapa tahun terakhir. Berstatus sebagai juara bertahan, Indonesia tampil percaya diri sejak peluit awal dibunyikan dan mampu mengendalikan jalannya pertandingan hampir sepanjang laga.
Sejak menit-menit awal, tim asuhan Indonesia langsung mengambil inisiatif menyerang. Penguasaan bola yang lebih baik membuat Laos lebih banyak bertahan dan kesulitan mengembangkan permainan. Meski demikian, Indonesia sempat dibuat tegang akibat sebuah kesalahan yang terjadi di lini belakang.
Pada awal babak pertama, kiper Laila Masykuroh melakukan umpan yang kurang akurat sehingga bola berhasil dipotong oleh pemain Laos bernomor punggung 10. Situasi tersebut sempat membuka peluang berbahaya bagi Laos untuk mencetak gol. Namun, penyelesaian akhir lawan tidak mampu dimaksimalkan sehingga Indonesia berhasil terhindar dari kebobolan.
Setelah lolos dari ancaman tersebut, Garuda Pertiwi kembali mengambil alih kendali permainan. Kombinasi umpan-umpan pendek dan pergerakan cepat di kedua sisi lapangan membuat pertahanan Laos terus berada di bawah tekanan.
Peluang emas datang pada menit ke-20 melalui aksi Estella Loupatty. Pemain sayap tersebut berhasil menusuk dari sisi kanan sebelum mengirimkan umpan matang ke dalam kotak penalti. Bola mengarah kepada Sheva Imut yang berada dalam posisi bebas tanpa kawalan.
Sayangnya, Sheva gagal memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sempurna. Tendangannya tidak mengarah ke gawang dan justru jatuh ke kaki Felicia de Zeeuw yang berusaha menyambut bola di depan gawang. Dalam perebutan bola tersebut, wasit akhirnya meniup peluit karena terjadi pelanggaran terhadap pemain Laos sehingga peluang Indonesia pun terhenti.
Tekanan Indonesia tidak berhenti sampai di situ. Tiga menit berselang, tepatnya pada menit ke-23, Garuda Pertiwi kembali memperoleh peluang melalui Gea Yumanda. Tendangan keras yang dilepaskannya sempat membuat kiper Laos kesulitan mengamankan bola.
Penjaga gawang Laos hampir melakukan kesalahan fatal setelah gagal menangkap bola dengan sempurna. Beruntung bagi timnya, bola liar masih dapat segera diamankan sebelum pemain Indonesia memanfaatkannya menjadi gol.
Dominasi Indonesia sepanjang pertandingan akhirnya benar-benar membuahkan hasil. Serangan demi serangan yang dibangun secara konsisten berhasil menghasilkan lima gol tanpa balas hingga laga berakhir. Sementara itu, Laos kesulitan keluar dari tekanan dan tidak mampu menciptakan banyak peluang berbahaya sepanjang pertandingan.
Kemenangan telak 5-0 tersebut memastikan Indonesia kembali mengangkat trofi AFF Women’s Cup 2026 sekaligus mempertahankan status sebagai juara turnamen. Hasil ini juga menjadi sinyal positif bagi perkembangan Timnas Putri Indonesia yang terus menunjukkan peningkatan kualitas permainan, baik dari segi organisasi tim maupun efektivitas serangan.
Keberhasilan mempertahankan gelar menjadi modal penting bagi Garuda Pertiwi untuk menghadapi kompetisi internasional berikutnya. Konsistensi performa, kedalaman skuad, serta kemampuan menguasai pertandingan menjadi aspek yang terlihat menonjol sepanjang partai final.
Dengan tambahan satu gelar ini, Timnas Putri Indonesia kembali membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola wanita di kawasan Asia Tenggara. Prestasi tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi perkembangan sepak bola putri di Indonesia sekaligus memotivasi lahirnya lebih banyak talenta muda yang siap mengharumkan nama bangsa di level internasional.
