
KATURI BUSINESS – Pergerakan bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street berakhir beragam pada perdagangan Kamis (2/7/2026) waktu setempat menjelang libur panjang Hari Kemerdekaan Amerika Serikat. Di tengah perhatian investor terhadap data ketenagakerjaan terbaru, indeks Dow Jones Industrial Average justru mencatat lonjakan signifikan dan menembus rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah.
Berdasarkan data perdagangan, Dow Jones menguat 594,83 poin atau sekitar 1,14 persen sehingga ditutup pada level 52.900,07. Kenaikan tersebut sekaligus memperpanjang tren positif indeks selama empat pekan berturut-turut, menjadi reli mingguan terpanjang sejak Oktober 2024.
Sementara itu, pergerakan dua indeks utama lainnya menunjukkan arah yang berbeda. Indeks S&P 500 ditutup relatif tidak berubah dengan kenaikan tipis sebesar 0,01 poin ke posisi 7.483,24. Di sisi lain, Nasdaq Composite yang didominasi saham-saham sektor teknologi justru terkoreksi 207,36 poin atau sekitar 0,80 persen dan berakhir di level 25.832,67.
Secara keseluruhan, kinerja pasar saham Amerika Serikat selama sepekan masih mencatatkan hasil positif. Dow Jones membukukan kenaikan sekitar 2 persen. S&P 500 menguat sekitar 1,8 persen, sedangkan Nasdaq Composite mencatat kenaikan sekitar 2,1 persen dibandingkan posisi pada pekan sebelumnya.
Perdagangan pada Kamis menjadi sesi terakhir sebelum pasar saham Amerika Serikat ditutup pada Jumat (3/7/2026) dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat. Libur tersebut membuat aktivitas perdagangan berlangsung dengan perhatian tinggi terhadap berbagai indikator ekonomi yang dirilis sebelum pasar memasuki masa jeda.
Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian investor adalah laporan ketenagakerjaan terbaru dari Amerika Serikat. Data nonfarm payrolls menunjukkan bahwa ekonomi AS hanya mampu menciptakan sekitar 57.000 lapangan kerja baru pada bulan sebelumnya.
Angka tersebut berada jauh di bawah proyeksi para ekonom yang sebelumnya memperkirakan penambahan sekitar 110.000 lapangan kerja. Selisih yang cukup besar antara realisasi dan perkiraan pasar menunjukkan adanya perlambatan dalam laju pertumbuhan pasar tenaga kerja Amerika Serikat.
Data ketenagakerjaan merupakan salah satu indikator ekonomi yang paling diperhatikan pelaku pasar karena memberikan gambaran mengenai kondisi aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Perkembangan jumlah lapangan kerja juga menjadi salah satu acuan penting dalam menilai kekuatan konsumsi masyarakat, pertumbuhan ekonomi, serta prospek kebijakan moneter.
Meski data ketenagakerjaan lebih lemah dari ekspektasi, pergerakan indeks saham menunjukkan respons yang tidak seragam. Dow Jones justru menguat signifikan, sementara Nasdaq mengalami pelemahan. Perbedaan arah tersebut mencerminkan adanya rotasi investasi di antara berbagai sektor pasar, dengan investor menyesuaikan portofolio mereka terhadap perkembangan ekonomi terbaru.
Saham-saham yang tergabung dalam Dow Jones memperoleh dukungan sehingga mampu membawa indeks mencetak rekor penutupan baru. Sebaliknya, tekanan terhadap sejumlah saham teknologi memberikan beban bagi Nasdaq hingga berakhir di zona merah.
Performa positif Dow Jones selama empat pekan berturut-turut juga menjadi pencapaian penting bagi pasar saham Amerika Serikat. Reli tersebut menunjukkan bahwa indeks berhasil mempertahankan tren kenaikan dalam jangka waktu yang relatif panjang meskipun pasar masih menghadapi berbagai dinamika ekonomi.
Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan indikator ekonomi Amerika Serikat, termasuk data ketenagakerjaan, inflasi, serta berbagai informasi lain yang dapat memengaruhi arah kebijakan ekonomi dan kondisi pasar keuangan. Sementara itu, hasil perdagangan terakhir sebelum libur nasional menunjukkan bahwa Wall Street tetap mampu mencatatkan kinerja positif secara mingguan, dengan Dow Jones menjadi indeks yang tampil paling kuat melalui pencapaian rekor penutupan tertinggi baru.
