
KATURI ENTERTAIN – Selama bertahun-tahun, industri jam tangan membedakan koleksinya berdasarkan gender. Jam tangan pria identik dengan ukuran diameter yang lebih besar, desain kokoh, serta warna-warna netral yang menonjolkan kesan maskulin. Sementara itu, jam tangan wanita umumnya hadir dengan ukuran lebih kecil, detail yang lebih dekoratif, serta sentuhan elegan yang sekaligus berfungsi sebagai aksesori fesyen.
Namun, perkembangan tren mode dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa batas tersebut semakin kabur. Kini, banyak konsumen tidak lagi memilih jam tangan berdasarkan label “pria” atau “wanita”, melainkan mengutamakan kenyamanan, karakter desain, dan gaya pribadi.
Fenomena ini terlihat di berbagai pasar jam tangan dunia. Semakin banyak perempuan yang memilih mengenakan jam tangan berukuran besar atau model yang awalnya dipasarkan sebagai koleksi pria. Ukuran yang lebih besar dianggap mampu memberikan kesan modern, tegas, sekaligus menjadi pernyataan gaya yang berbeda dari jam tangan konvensional.
Sebaliknya, tidak sedikit pria yang mulai mengenakan jam tangan dengan diameter lebih kecil atau desain yang sebelumnya dikategorikan sebagai koleksi wanita. Tren tersebut didorong oleh meningkatnya apresiasi terhadap estetika klasik, proporsi yang lebih ringkas, serta kenyamanan saat digunakan sehari-hari.
Kepala Perhiasan dan Jam Tangan Mewah Harrods, Beth Hannaway, mengungkapkan bahwa semakin banyak perempuan membeli jam tangan pria sebagai aksesori berukuran besar atau oversized. Menurutnya, perubahan preferensi tersebut menunjukkan bahwa konsumen kini lebih bebas mengekspresikan gaya tanpa terlalu terikat pada kategori gender.
Perubahan ini juga mendapat perhatian media internasional. Pada 2023, South China Morning Post menyoroti sejumlah selebritas pria yang terlihat mengenakan jam tangan yang awalnya dirancang untuk konsumen perempuan. Beberapa nama yang disebut antara lain Bad Bunny, Timothée Chalamet, The Weeknd, hingga pesepak bola Lionel Messi. Kehadiran figur publik tersebut turut memperkuat pandangan bahwa desain jam tangan tidak lagi dibatasi oleh identitas gender.
Selain pengaruh selebritas, perkembangan media sosial juga berperan besar dalam membentuk tren tersebut. Berbagai platform digital memungkinkan pengguna berbagi inspirasi gaya berpakaian, termasuk cara memadukan jam tangan dengan berbagai jenis busana. Hal ini mendorong masyarakat untuk lebih berani bereksperimen tanpa khawatir melanggar aturan fesyen yang bersifat konvensional.
Produsen jam tangan pun mulai menyesuaikan diri dengan perubahan selera pasar. Banyak merek menghadirkan koleksi dengan desain yang lebih universal atau gender-neutral. Alih-alih menggunakan label khusus pria atau wanita, sejumlah produsen kini lebih menonjolkan ukuran diameter, material, warna, serta fitur teknis sebagai pertimbangan utama bagi konsumen.
Dalam memilih jam tangan, ukuran pergelangan tangan juga menjadi faktor penting. Jam tangan berdiameter besar belum tentu cocok untuk semua pria, begitu pula model berukuran kecil yang tidak hanya diperuntukkan bagi perempuan. Proporsi yang seimbang antara ukuran jam dan pergelangan tangan justru menjadi aspek yang lebih menentukan kenyamanan dan tampilan secara keseluruhan.
Di sisi lain, fungsi jam tangan juga mengalami perubahan. Selain sebagai penunjuk waktu, arloji kini dipandang sebagai bagian dari identitas dan gaya hidup. Kolektor maupun pengguna umum semakin mengutamakan desain, kualitas mesin, sejarah merek, hingga nilai investasi dibandingkan sekadar klasifikasi berdasarkan gender.
Melihat perkembangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa batas antara jam tangan pria dan wanita semakin memudar. Konsumen modern lebih mengedepankan preferensi pribadi daripada mengikuti kategori tradisional. Selama desain, ukuran, dan kenyamanan sesuai dengan kebutuhan, sebuah jam tangan dapat dikenakan oleh siapa saja tanpa harus dibatasi oleh label gender. Pergeseran ini mencerminkan perubahan cara pandang industri fesyen yang semakin inklusif serta memberikan kebebasan bagi setiap individu untuk mengekspresikan gaya mereka sendiri.
