
KATURI NEWS – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya negara-negara Asia Tenggara menjaga keamanan wilayah perairan dan jalur perdagangan strategis demi menjaga stabilitas ekonomi kawasan. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri sesi pleno KTT ke-48 ASEAN yang berlangsung di Mactan Expo pada Jumat.
Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin negara anggota ASEAN, Prabowo menyoroti posisi strategis Asia Tenggara sebagai jalur utama perdagangan dunia. Menurutnya, kawasan ASEAN memiliki peranan penting dalam rantai distribusi global karena banyak jalur pelayaran internasional melintasi perairan negara-negara Asia Tenggara.
“Ketahanan bukan hanya soal energi. Ketahanan juga berarti menjaga dan melindungi jalur kehidupan kawasan kita, yaitu jalur distribusi dan perdagangan,” ujar Prabowo dalam forum tersebut.
Ia menegaskan bahwa stabilitas kawasan menjadi faktor utama bagi keberlangsungan pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN. Karena itu, gangguan terhadap jalur perdagangan harus dicegah agar tidak menimbulkan dampak terhadap aktivitas ekonomi regional maupun global.
Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa kawasan Asia Tenggara saat ini menghadapi tantangan geopolitik yang semakin kompleks. Ketegangan di sejumlah wilayah dunia, termasuk konflik internasional yang memengaruhi distribusi energi dan perdagangan, dapat memberikan dampak langsung terhadap negara-negara ASEAN.
Menurutnya, negara-negara anggota ASEAN perlu meningkatkan kerja sama dalam menjaga keamanan laut, memperkuat koordinasi regional, serta memastikan jalur pelayaran tetap aman bagi aktivitas perdagangan internasional.
“Kita harus menyadari bahwa kawasan kita memiliki jalur perdagangan strategis yang melintasi wilayah perairan kita, dan kita harus berhati-hati agar tidak terjadi gangguan di kawasan kita sendiri,” kata Prabowo.
Pernyataan tersebut dinilai mencerminkan perhatian Indonesia terhadap pentingnya stabilitas maritim di Asia Tenggara. Kawasan ini memang menjadi salah satu pusat perdagangan dunia karena dilalui jalur pelayaran penting seperti Selat Malaka dan Laut China Selatan yang menjadi penghubung perdagangan antara Asia, Timur Tengah, hingga Eropa.
Selain isu keamanan maritim, KTT ke-48 ASEAN juga membahas berbagai agenda strategis lain, termasuk kerja sama ekonomi, ketahanan pangan, energi, perubahan iklim, dan penguatan hubungan antarnegara anggota. Pertemuan tersebut dihadiri para kepala negara dan pemerintahan dari negara-negara ASEAN.
Dalam beberapa tahun terakhir, isu keamanan jalur perdagangan menjadi perhatian utama banyak negara di kawasan. Gangguan terhadap distribusi barang dan energi dapat memicu kenaikan harga komoditas, menghambat aktivitas industri, serta memengaruhi stabilitas ekonomi global.
Indonesia sendiri selama ini aktif mendorong kerja sama regional dalam menjaga keamanan laut dan stabilitas kawasan. Sebagai negara kepulauan terbesar di ASEAN, Indonesia memiliki kepentingan besar terhadap kelancaran jalur perdagangan internasional yang melintasi wilayah perairannya.
Pidato Prabowo di forum ASEAN juga menunjukkan upaya Indonesia untuk memperkuat peran diplomasi regional di tengah dinamika geopolitik dunia yang terus berkembang. Pemerintah Indonesia menilai solidaritas dan kerja sama antarnegara ASEAN menjadi kunci penting dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Melalui forum KTT ASEAN tersebut, para pemimpin kawasan diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan keamanan jalur perdagangan demi mendukung pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara secara berkelanjutan.
