
KATURI NEWS – Kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait seorang pemuda berinisial ANH (24) yang diamankan karena membawa tiga botol yang diduga sebagai bom molotov saat berlangsungnya aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI. Selain menelusuri motif tindakan tersebut, penyidik juga mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus yang kini menjadi perhatian aparat keamanan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyampaikan bahwa proses penyidikan masih berlangsung. Fokus utama penyidik saat ini adalah mengungkap alasan yang melatarbelakangi ANH membawa benda-benda tersebut ke lokasi demonstrasi. Selain itu, polisi juga berupaya mengetahui dari mana botol-botol tersebut berasal dan bagaimana proses pembuatannya.
Menurut keterangan kepolisian, ANH diamankan pada Jumat, 12 Juni 2026, sekitar pukul 15.30 WIB. Penangkapan dilakukan di Jalan Gatot Subroto, tepat di depan gerbang utama kompleks DPR RI di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Saat itu petugas melakukan pemeriksaan terhadap tas ransel yang dibawa oleh ANH sebagai bagian dari pengamanan kegiatan unjuk rasa.
Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan tiga botol yang berisi cairan mudah terbakar. Pada bagian atas masing-masing botol juga terdapat sumbu yang diduga dapat digunakan sebagai pemicu pembakaran. Temuan tersebut membuat petugas segera mengamankan barang bukti dan membawa ANH untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepolisian menegaskan bahwa seluruh barang bukti telah disita untuk kepentingan penyelidikan. Tim penyidik dan laboratorium forensik akan melakukan analisis guna memastikan kandungan cairan yang terdapat di dalam botol tersebut serta menilai tingkat bahayanya. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi bagian penting dalam proses hukum yang berjalan.
Selain mendalami aspek teknis terkait barang bukti, penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang berperan dalam peristiwa tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah tindakan ANH dilakukan secara individu atau terdapat unsur koordinasi dengan pihak tertentu. Polisi belum memberikan kesimpulan mengenai dugaan tersebut karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
Kasus ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah berlangsungnya aksi demonstrasi di salah satu objek vital negara. Aparat keamanan biasanya meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan terhadap peserta aksi guna mencegah masuknya benda-benda yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat maupun petugas.
Hingga saat ini, kepolisian belum mengungkap hasil akhir dari penyelidikan maupun status hukum lebih lanjut yang akan dikenakan kepada ANH. Polda Metro Jaya menyatakan akan terus mengumpulkan keterangan, memeriksa saksi-saksi, serta mendalami seluruh fakta yang ditemukan di lapangan sebelum mengambil langkah hukum berikutnya.
Masyarakat diminta menunggu hasil resmi dari proses penyidikan yang sedang berjalan. Polisi juga menegaskan komitmennya untuk mengusut kasus ini secara menyeluruh agar seluruh fakta dapat terungkap, termasuk motif pelaku dan kemungkinan keterlibatan pihak lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
