
KATURI SPORT – Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub, menyatakan bahwa permohonan visanya untuk memasuki Amerika Serikat dan Kanada ditolak. Penolakan tersebut membuatnya tidak dapat menghadiri sejumlah agenda resmi yang berkaitan dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di kedua negara tersebut.
Rajoub mengungkapkan bahwa dirinya telah mengajukan permohonan visa Amerika Serikat melalui Kedutaan Besar AS di Amman. Namun, permohonan tersebut tidak disetujui. Menurut keterangannya, keputusan itu membuat dirinya tidak dapat menghadiri berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Meski menghadapi kendala untuk memasuki Amerika Serikat dan Kanada, Rajoub berhasil memperoleh izin masuk ke Meksiko. Kehadirannya di negara tersebut memungkinkan dirinya mengikuti seremoni pembukaan Piala Dunia yang berlangsung di Mexico City. Acara pembukaan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya digelar bersama oleh tiga negara, yakni Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.
Dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan kantor berita AFP, Rajoub menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan yang diambil oleh otoritas Amerika Serikat. Ia menilai penolakan visa tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan menyulitkan dirinya sebagai perwakilan resmi sepak bola Palestina untuk menghadiri kegiatan internasional yang berkaitan dengan FIFA.
Piala Dunia 2026 merupakan turnamen bersejarah karena melibatkan tiga negara tuan rumah sekaligus. Kompetisi ini juga menjadi edisi pertama yang diikuti oleh 48 tim nasional dari berbagai kawasan dunia. Dengan skala penyelenggaraan yang lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya, berbagai kegiatan resmi tidak hanya berlangsung di satu negara, tetapi tersebar di sejumlah kota di Amerika Utara.
Sebagai pimpinan organisasi sepak bola Palestina, Rajoub memiliki peran dalam berbagai forum dan agenda yang diselenggarakan di sela-sela kompetisi. Kehadiran para pejabat federasi sepak bola dari berbagai negara biasanya menjadi bagian penting dari kegiatan diplomasi olahraga, pertemuan organisasi, hingga pembahasan pengembangan sepak bola internasional.
Kasus penolakan visa terhadap Rajoub menarik perhatian karena terjadi di tengah penyelenggaraan ajang olahraga global yang menekankan semangat persatuan dan kerja sama antarnegara. Beberapa pihak menilai bahwa akses terhadap kegiatan olahraga internasional seharusnya dapat diberikan kepada perwakilan resmi federasi yang memiliki kepentingan langsung dengan penyelenggaraan turnamen.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang menjelaskan alasan spesifik di balik penolakan visa tersebut. Otoritas Amerika Serikat maupun Kanada belum menyampaikan rincian terkait keputusan yang dialami oleh Ketua Asosiasi Sepak Bola Palestina itu.
Meski demikian, Rajoub tetap menghadiri sejumlah agenda di Meksiko dan mengikuti perkembangan Piala Dunia dari negara tersebut. Kehadirannya pada seremoni pembukaan menunjukkan bahwa ia masih dapat berpartisipasi dalam sebagian kegiatan resmi yang berlangsung selama turnamen.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya aspek administrasi perjalanan internasional dalam penyelenggaraan acara olahraga berskala besar. Selain melibatkan atlet dan tim nasional, turnamen seperti Piala Dunia juga menghadirkan pejabat federasi, delegasi, dan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam perkembangan sepak bola global. Oleh karena itu, isu visa dan akses perjalanan sering menjadi perhatian dalam setiap penyelenggaraan kompetisi internasional.
