
KATURI SPORT – Liverpool harus mengakhiri laga pramusim 2026 dengan hasil mengecewakan setelah kalah 2-3 dari AS Monaco di Stadion Anfield, Minggu (9/8) malam WIB. The Reds tampil meyakinkan pada babak pertama dan sempat memimpin dua gol, tetapi keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan setelah Monaco melakukan comeback pada paruh kedua.
Pertandingan ini menjadi salah satu kesempatan penting bagi pelatih baru Liverpool, Andoni Iraola, untuk menguji skema permainan sebelum kompetisi resmi dimulai. Liverpool tampil agresif sejak menit awal dengan tekanan tinggi dan pergerakan cepat di lini depan. Strategi tersebut membuat Monaco kesulitan mengembangkan permainan pada fase awal pertandingan.
Liverpool membuka keunggulan pada menit ke-16 melalui Alexander Isak. Penyerang asal Swedia itu menunjukkan ketenangannya ketika mendapat peluang di area pertahanan Monaco. Isak kemudian melepaskan penyelesaian akurat yang membuat kiper Lukas Hradecky harus memungut bola dari gawangnya. Gol tersebut membuat Liverpool semakin percaya diri untuk meningkatkan tekanan.
Dominasi tuan rumah berlanjut hingga akhirnya Liverpool menggandakan keunggulan pada menit ke-29. Florian Wirtz mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan situasi di sekitar kotak penalti Monaco. Gelandang asal Jerman itu mampu menyelesaikan peluang dengan tembakan keras sehingga Liverpool unggul 2-0. Laporan pertandingan Liverpool juga mencatat bahwa The Reds sudah berada dalam posisi dua gol sebelum pertandingan memasuki setengah jam.
Namun, Monaco perlahan menemukan celah menjelang turun minum. Upaya mereka membuahkan hasil ketika Alexander Golovin mencetak gol melalui tendangan penalti pada menit ke-44. Penalti tersebut membuat Monaco memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 sekaligus memberikan momentum penting bagi tim asal Prancis tersebut sebelum memasuki ruang ganti.
Perubahan permainan semakin terlihat pada babak kedua. Monaco tampil lebih berani dalam melakukan serangan dan memanfaatkan celah di lini pertahanan Liverpool. Pada menit ke-56, Mika Biereth mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Gol tersebut membuat tekanan beralih sepenuhnya kepada Liverpool.
Iraola kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain untuk memberikan tenaga baru. Beberapa pemain muda mendapat kesempatan tampil, tetapi perubahan tersebut belum mampu mengembalikan kendali permainan Liverpool. Monaco justru terus mencari kesempatan untuk mencetak gol kemenangan.
Usaha Monaco akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-88. Paris Brunner mencetak gol ketiga yang sekaligus memastikan kemenangan 3-2 bagi tim tamu. Liverpool yang sempat berada dalam posisi nyaman harus menerima kekalahan setelah keunggulan dua gol mereka sirna dalam waktu kurang dari satu jam.
Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi Iraola. Dari sisi menyerang, Liverpool memperlihatkan sejumlah tanda positif melalui kontribusi Isak dan Wirtz. Namun, kemampuan mempertahankan intensitas permainan serta ketahanan lini belakang masih menjadi pekerjaan rumah.
Bagi Monaco, kemenangan di Anfield menjadi hasil positif dalam persiapan menghadapi musim baru. Sementara bagi Liverpool, kekalahan ini memberikan pelajaran berharga bahwa keunggulan besar dalam pertandingan pramusim tetap harus diikuti konsistensi hingga peluit akhir.
