
KATURI ENTERTAIN – Jagat media sosial kembali diramaikan oleh beredarnya sebuah foto yang diklaim memperlihatkan sosok pocong sedang duduk di teras rumah warga di kawasan Jatijajar, Tapos, Depok. Foto tersebut viral sejak Sabtu malam dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat, mulai dari rasa penasaran hingga ketakutan. Banyak pengguna media sosial membagikan ulang gambar tersebut disertai narasi mistis yang menyebut penampakan itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di Jalan Al Ikhlas.
Dalam foto yang tersebar luas, tampak sosok berbalut kain putih duduk di sebuah teras rumah. Karena bentuknya menyerupai pocong, sebagian warga langsung mengaitkannya dengan hal-hal gaib. Tidak sedikit pula yang mengaku takut setelah melihat unggahan tersebut, terutama karena lokasi kejadian disebut berada di lingkungan permukiman warga.
Ramainya perbincangan di media sosial membuat aparat kepolisian turun tangan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono, mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi yang disebut dalam unggahan viral tersebut guna melakukan pengecekan langsung. Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah warga sekitar dan tokoh masyarakat setempat.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kabar mengenai penangkapan atau kemunculan pocong tersebut tidak benar. Berdasarkan penjelasan dari seorang tokoh masyarakat bernama Ustaz Agus Salim, foto yang beredar hanyalah informasi menyesatkan atau hoaks. Polisi menegaskan tidak ada kejadian mistis sebagaimana yang ramai dibicarakan di media sosial.
Menurut Jupriono, masyarakat diminta untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Ia mengingatkan bahwa penyebaran berita bohong dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terlebih jika berkaitan dengan isu yang sensitif dan memicu ketakutan publik.
Fenomena viralnya foto tersebut menunjukkan bagaimana media sosial dapat dengan cepat menyebarkan informasi tanpa proses verifikasi. Dalam hitungan jam, sebuah unggahan dapat menjangkau ribuan orang dan memunculkan berbagai spekulasi. Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama saat menerima informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Pengamat komunikasi digital menilai kasus seperti ini sering terjadi karena tingginya minat publik terhadap konten berbau mistis. Narasi horor cenderung mudah menarik perhatian dan memancing rasa penasaran pengguna internet. Akibatnya, banyak orang langsung membagikan informasi tanpa memeriksa fakta terlebih dahulu.
Selain berpotensi menyesatkan, penyebaran hoaks juga dapat merugikan pihak tertentu, termasuk warga di lokasi yang disebut dalam unggahan. Lingkungan yang awalnya normal bisa mendadak menjadi sorotan publik akibat informasi yang tidak benar. Dalam beberapa kasus, hoaks bahkan dapat memicu kepanikan dan konflik sosial.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan pengecekan terhadap sumber informasi sebelum menyebarkannya. Jika menemukan konten yang meragukan, warga disarankan mencari klarifikasi dari pihak berwenang atau media terpercaya. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran berita palsu yang dapat menimbulkan keresahan.
Kasus viral foto pocong di Depok ini menjadi pengingat bahwa tidak semua informasi di media sosial dapat dipercaya. Verifikasi fakta tetap menjadi hal utama agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum tentu benar.
