
KATURI NEWS – Putri Bajrakitiyabha, anggota keluarga kerajaan Thailand dan putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn, meninggal dunia pada Kamis, 11 Juni 2026, dalam usia 47 tahun. Kabar duka tersebut diumumkan oleh Bureau of the Royal Household atau Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand melalui pernyataan resmi yang menjelaskan bahwa sang putri wafat setelah menjalani perawatan intensif selama hampir empat tahun akibat kondisi kesehatan yang sangat serius.
Putri yang memiliki nama lengkap Bajrakitiyabha Narendiradebyavati Krom Luang Rajasarinisiribajra Mahavajrarajadhita itu telah dirawat sejak 15 Desember 2022 di King Chulalongkorn Memorial Hospital. Saat itu, ia mengalami kolaps ketika sedang menjalankan aktivitas dan kemudian diketahui mengalami gangguan jantung yang menyebabkan hilangnya kesadaran. Sejak kejadian tersebut, kondisinya tidak pernah pulih sepenuhnya dan ia berada dalam keadaan koma.
Selama masa perawatan, tim medis terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga kondisi kesehatannya. Namun, menurut keterangan resmi kerajaan, kesehatan Putri Bajrakitiyabha mengalami penurunan signifikan pada akhir Mei 2026. Pada 21 Mei 2026, ia dilaporkan mengalami infeksi pada rongga perut yang dipicu oleh peradangan pada usus besar. Komplikasi tersebut kemudian memengaruhi berbagai fungsi tubuh penting.
Selain infeksi, sang putri juga mengalami tekanan darah rendah, gangguan irama jantung, serta masalah pembekuan darah yang tidak normal. Kombinasi berbagai komplikasi medis tersebut membuat kondisinya semakin kritis meskipun berada di bawah pengawasan tim dokter spesialis. Dalam beberapa pekan terakhir sebelum wafat, kondisi kesehatannya dilaporkan terus memburuk secara bertahap.
Pada Kamis malam, 11 Juni 2026, Putri Bajrakitiyabha mengembuskan napas terakhir pada pukul 19.48 waktu setempat. Kepergiannya menjadi momen duka mendalam bagi keluarga kerajaan Thailand serta masyarakat yang selama ini mengikuti perkembangan kesehatannya. Putri Bajrakitiyabha dikenal sebagai salah satu figur penting dalam keluarga kerajaan modern Thailand dan memiliki peran aktif dalam berbagai kegiatan sosial maupun hukum.
Sebelum mengalami koma, ia menempuh pendidikan hukum dan pernah menjalankan sejumlah tugas kenegaraan. Selain itu, ia juga aktif mendukung berbagai program yang berkaitan dengan hak perempuan, kesejahteraan masyarakat, dan reformasi sistem hukum. Pengalaman akademik serta kiprahnya dalam pelayanan publik membuatnya dihormati tidak hanya di Thailand, tetapi juga di tingkat internasional.
Setelah pengumuman wafatnya sang putri, Raja Maha Vajiralongkorn memerintahkan agar diselenggarakan upacara pemakaman kerajaan sesuai tradisi yang berlaku. Biro Rumah Tangga Kerajaan juga menyatakan bahwa penghormatan tertinggi akan diberikan kepada mendiang sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan jasa-jasanya kepada negara serta monarki Thailand.
Wafatnya Putri Bajrakitiyabha menandai berakhirnya perjuangan panjang melawan komplikasi kesehatan yang dimulai sejak akhir 2022. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi keluarga kerajaan Thailand dan masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas publik. Melalui berbagai kontribusinya di bidang hukum, sosial, dan kemanusiaan, namanya akan tetap dikenang sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah kerajaan Thailand modern.
