
KATURI SPORT – Perjalanan Paraguay di Piala Dunia 2026 harus berakhir pada babak 16 besar setelah takluk 0-1 dari Prancis dalam pertandingan yang berlangsung pada Minggu (5/7) dini hari WIB. Meski gagal melangkah ke perempat final, penampilan Albirroja mendapat apresiasi karena mampu memberikan perlawanan sengit kepada salah satu tim unggulan turnamen.
Paraguay tampil disiplin sejak menit awal dengan mengandalkan organisasi pertahanan yang rapat. Strategi tersebut membuat lini serang Prancis kesulitan menciptakan peluang bersih dalam sebagian besar pertandingan. Selama lebih dari satu jam permainan, Paraguay mampu membatasi ruang gerak para pemain depan lawan dan beberapa kali memaksa Prancis membangun serangan dari luar kotak penalti.
Ketangguhan lini belakang Paraguay akhirnya runtuh setelah Prancis memperoleh hadiah penalti. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Kylian Mbappe yang sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan dan memastikan langkah Prancis menuju babak perempat final.
Meski harus menerima kekalahan, kiper Paraguay Orlando Gill menilai timnya telah menunjukkan semangat juang yang tinggi. Ia menegaskan seluruh pemain telah memberikan kemampuan terbaik selama pertandingan dan tidak menyisakan penyesalan atas usaha yang telah dilakukan di lapangan.
Gill mengatakan Paraguay meninggalkan turnamen dengan rasa bangga karena mampu bersaing melawan salah satu kekuatan sepak bola dunia. Menurutnya, timnya bahkan memiliki peluang untuk membawa pertandingan ke babak perpanjangan waktu apabila mampu mempertahankan konsentrasi hingga peluit panjang berbunyi.
“Kami pergi dengan kepala tegak, kami sudah mengerahkan segalanya di atas lapangan,” ujar Gill seperti dikutip ABC Deportes.
Ia juga menilai pertahanan Paraguay tampil solid sepanjang pertandingan. Menurut Gill, kerja sama antarpemain di lini belakang berjalan sesuai rencana sehingga Prancis tidak mudah menciptakan peluang berbahaya dalam waktu normal.
Kegagalan mencapai babak delapan besar membuat Paraguay belum mampu menyamai pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia 2010, ketika berhasil menembus perempat final sebelum langkahnya dihentikan Spanyol. Namun, hasil di Piala Dunia 2026 tetap memiliki arti penting bagi perkembangan sepak bola Paraguay.
Keberhasilan lolos ke putaran final sudah menjadi pencapaian tersendiri bagi Albirroja. Sebelumnya, Paraguay gagal tampil dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun, yakni pada 2014 di Brasil, 2018 di Rusia, dan 2022 di Qatar. Kembalinya mereka ke panggung tertinggi sepak bola dunia menunjukkan adanya perkembangan positif dalam performa tim nasional.
Sepanjang turnamen, Paraguay dikenal sebagai tim yang mengandalkan disiplin, kerja keras, dan kolektivitas. Walaupun tidak memiliki banyak pemain berstatus bintang dunia, mereka mampu tampil kompetitif dan menyulitkan sejumlah lawan melalui organisasi permainan yang rapi.
Bagi Prancis, kemenangan tipis atas Paraguay menjadi bukti bahwa fase gugur Piala Dunia selalu menghadirkan tantangan tersendiri. Sementara itu, Paraguay dapat meninggalkan turnamen dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi. Penampilan mereka di Piala Dunia 2026 menjadi modal berharga untuk menghadapi kompetisi internasional berikutnya sekaligus membangun fondasi yang lebih kuat demi kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
