
KATURI NEWS – Gelombang panas yang melanda Prancis mendorong lonjakan permintaan terhadap perangkat pendingin udara portabel. Kondisi tersebut terlihat di sebuah supermarket di Nanterre, kawasan pinggiran Paris, pada Kamis (2/7/2026), ketika ratusan warga memadati toko untuk mendapatkan AC portabel yang dijual dengan harga promosi.
Fenomena tersebut menjadi sorotan setelah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kerumunan pembeli menunggu di depan pintu masuk supermarket sejak pagi. Begitu toko dibuka, para pelanggan langsung bergegas masuk untuk mencari perangkat pendingin yang tersedia. Antusiasme tinggi itu mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap peralatan penyejuk ruangan di tengah suhu udara yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Permintaan terhadap AC portabel melonjak karena banyak wilayah di Prancis mengalami cuaca panas ekstrem. Suhu tinggi yang bertahan selama beberapa hari membuat masyarakat mencari berbagai cara untuk menjaga kenyamanan di dalam rumah, terutama bagi mereka yang tidak memiliki sistem pendingin udara permanen.
Menurut anggota parlemen Prancis, Karl Olive, kondisi serupa tidak hanya terjadi di satu lokasi, tetapi juga di sejumlah gerai ritel lainnya. Ia menyebutkan banyak pelanggan rela datang sejak pukul 06.00 waktu setempat meskipun toko baru mulai beroperasi pada pukul 08.30. Antrean panjang tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk pendingin yang dijual dengan harga lebih terjangkau.
Olive menjelaskan bahwa jaringan ritel tersebut menggelar promosi berskala nasional dengan menyediakan hampir 200.000 perangkat pendingin, termasuk AC portabel. Program diskon ini menjadi daya tarik utama bagi masyarakat yang ingin memperoleh alat pendingin dengan harga lebih murah dibandingkan harga normal di pasaran.
AC portabel menjadi salah satu pilihan favorit karena pemasangannya relatif mudah dan tidak memerlukan instalasi permanen seperti pendingin udara konvensional. Perangkat ini juga dapat dipindahkan ke berbagai ruangan sesuai kebutuhan sehingga dinilai praktis bagi penghuni apartemen maupun rumah yang belum dilengkapi sistem pendingin tetap.
Gelombang panas yang terjadi di Prancis dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan perhatian masyarakat terhadap pentingnya perlindungan dari suhu ekstrem. Selain membeli perangkat pendingin, pemerintah dan otoritas kesehatan setempat biasanya juga mengimbau warga untuk menjaga asupan cairan, menghindari aktivitas berat pada siang hari, serta memperhatikan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penderita penyakit kronis.
Perubahan pola cuaca yang memicu suhu lebih tinggi dalam waktu lama turut memengaruhi perilaku konsumen. Penjualan kipas angin, pendingin ruangan, hingga perlengkapan musim panas lainnya cenderung meningkat ketika gelombang panas melanda. Kondisi tersebut juga berdampak pada sektor ritel yang harus memastikan ketersediaan stok agar mampu memenuhi lonjakan permintaan dalam waktu singkat.
Di sisi lain, meningkatnya penggunaan perangkat pendingin berpotensi menyebabkan konsumsi listrik ikut bertambah. Oleh karena itu, sejumlah pihak juga mendorong masyarakat untuk menggunakan energi secara efisien, termasuk mengatur suhu pendingin sesuai kebutuhan dan memanfaatkan ventilasi alami ketika kondisi memungkinkan.
Peristiwa di Nanterre menggambarkan bagaimana cuaca ekstrem dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk pola belanja. Antrean panjang dan tingginya minat terhadap AC portabel menjadi bukti bahwa kebutuhan akan perlindungan dari suhu panas kini semakin penting bagi banyak warga Prancis.
Dengan promosi yang menawarkan ratusan ribu unit perangkat pendingin, jaringan ritel tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Sementara itu, gelombang panas yang masih berlangsung diperkirakan akan terus mendorong permintaan terhadap berbagai produk pendingin selama suhu tinggi masih melanda sejumlah wilayah di Prancis.
