
KATURI SPORT – Kontroversi mewarnai pertandingan antara Dewa United dan Persib Bandung pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026. Laga yang digelar di Banten International Stadium pada Senin (20/4) tersebut berakhir dengan skor imbang 2-2, namun hasil akhir bukan satu-satunya hal yang menjadi perbincangan. Salah satu gol Dewa United memicu perdebatan luas di kalangan pecinta sepak bola nasional.
Gol pertama Dewa United yang dicetak oleh Alex Martins menjadi sorotan utama. Proses terjadinya gol tersebut dipertanyakan karena bola yang dikejar oleh Alexis Messidoro sebelumnya terlihat telah melewati garis lapangan. Dalam tayangan ulang, situasi tersebut tampak samar sehingga memunculkan perbedaan persepsi antara pemain, ofisial, dan penonton.
Para pemain Persib Bandung sempat menghentikan pergerakan mereka karena mengira bola sudah keluar. Namun, Messidoro tetap melanjutkan permainan, merebut bola, lalu mengirimkan umpan yang kemudian berhasil dikonversi menjadi gol oleh Alex Martins. Keputusan wasit untuk mengesahkan gol tersebut pun langsung menuai protes dari kubu Persib.
Menanggapi polemik ini, Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, memberikan penjelasan resmi terkait keputusan yang diambil oleh perangkat pertandingan. Ia menyatakan bahwa dalam sepak bola, bola dinyatakan keluar lapangan hanya jika seluruh bagian bola telah melewati garis sepenuhnya. Jika masih ada sebagian kecil bola yang menyentuh garis atau berada di atas garis, maka permainan dinyatakan masih berlangsung.
Ogawa menjelaskan bahwa berdasarkan evaluasi perangkat pertandingan dan sudut pandang yang tersedia saat itu, tidak ada bukti yang secara jelas menunjukkan bahwa bola telah sepenuhnya keluar lapangan. Oleh karena itu, wasit dan asisten wasit memutuskan untuk melanjutkan permainan tanpa menghentikannya.
Ia juga menambahkan bahwa situasi seperti ini sering kali sulit dipastikan tanpa bantuan teknologi tambahan seperti VAR (Video Assistant Referee). Dalam kondisi tanpa VAR, keputusan harus diambil berdasarkan pengamatan langsung wasit dan asistennya di lapangan, yang tentu memiliki keterbatasan sudut pandang.
Kontroversi ini kembali memunculkan diskusi mengenai pentingnya penggunaan teknologi dalam kompetisi sepak bola nasional. Banyak pihak menilai bahwa kehadiran VAR dapat membantu meminimalisir kesalahan keputusan yang berpotensi memengaruhi hasil pertandingan.
Di sisi lain, kejadian ini juga menjadi pengingat bagi para pemain untuk tetap fokus hingga peluit benar-benar dibunyikan. Menghentikan permainan sebelum ada keputusan resmi dari wasit dapat berisiko merugikan tim sendiri, seperti yang terjadi dalam momen gol tersebut.
Pertandingan antara Dewa United dan Persib Bandung pun menjadi salah satu contoh bagaimana satu keputusan kecil dapat berdampak besar terhadap jalannya laga. Meskipun berakhir imbang, kontroversi tersebut masih menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak, mulai dari wasit, operator kompetisi, hingga federasi sepak bola nasional.
Ke depan, diharapkan adanya peningkatan kualitas perangkat pertandingan serta penggunaan teknologi pendukung agar kejadian serupa dapat diminimalisir, sehingga kompetisi berjalan lebih adil dan transparan.
