
KATURI SPORT – Inter Milan gagal mengamankan kemenangan saat menghadapi Torino dalam lanjutan pekan ke-34 Serie A musim 2025/26, Sabtu (27/4). Bertanding di kandang Torino, laga berakhir imbang 2-2 setelah kedua tim menampilkan permainan yang cukup intens sepanjang pertandingan.
Inter Milan sebenarnya tampil meyakinkan di awal laga. Tim asuhan Cristian Chivu berhasil membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-23 melalui gol Marcus Thuram. Gol tersebut lahir dari skema serangan rapi yang mampu menembus lini pertahanan tuan rumah.
Keunggulan Inter semakin bertambah di babak kedua. Pada menit ke-61, bek muda Yann Aurel Bisseck berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Gol ini membuat Inter unggul 2-0 dan tampak berada di atas angin untuk membawa pulang tiga poin.
Namun, Torino FC tidak tinggal diam. Bermain di hadapan pendukung sendiri, mereka menunjukkan semangat juang tinggi untuk bangkit. Hasilnya mulai terlihat pada menit ke-70 ketika Giovanni Simeone berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Momentum kebangkitan Torino berlanjut menjelang akhir pertandingan. Pada menit ke-79, mereka mendapatkan hadiah penalti setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang. Nikola Vlasic yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga skor berubah menjadi 2-2.
Setelah gol penyeimbang tersebut, kedua tim berusaha mencari gol kemenangan. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol yang tercipta. Pertandingan pun ditutup dengan skor imbang.
Hasil ini membuat Inter tetap kokoh di puncak klasemen sementara dengan koleksi 79 poin. Mereka masih unggul cukup jauh, yakni 10 poin dari pesaing terdekatnya, SSC Napoli yang berada di posisi kedua.
Meski gagal meraih kemenangan, posisi Inter masih relatif aman dalam perburuan gelar. Namun, hasil imbang ini bisa menjadi peringatan bahwa konsistensi tetap diperlukan hingga akhir musim. Sementara itu, bagi Torino, tambahan satu poin ini menjadi hasil positif setelah berhasil bangkit dari ketertinggalan dua gol.
Pertandingan ini mencerminkan ketatnya persaingan di Serie A, di mana setiap tim mampu memberikan perlawanan sengit, bahkan terhadap pemuncak klasemen sekalipun.
