
KATURI SPORT – Timnas Argentina akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Swiss pada laga perempat final Piala Dunia 2026. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi La Albiceleste untuk menjaga peluang mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada edisi 2022, sekaligus melanjutkan perjalanan menuju semifinal.
Argentina datang ke babak delapan besar dengan kepercayaan diri tinggi setelah melewati fase gugur secara meyakinkan. Pada babak 16 besar, tim asuhan Lionel Scaloni berhasil menyingkirkan Mesir dengan skor 3-2 dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Hasil tersebut memastikan Argentina tetap berada di jalur perebutan trofi dunia.
Di sisi lain, Swiss kembali membuktikan diri sebagai salah satu tim yang sulit dikalahkan di turnamen besar. Wakil Eropa itu lolos ke perempat final setelah menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti. Setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit, Swiss menang 4-3 dalam babak tos-tosan untuk mengamankan tiket ke delapan besar.
Secara historis, Argentina memiliki catatan yang lebih baik dibandingkan Swiss dalam pertemuan kedua negara. Salah satu duel paling dikenang terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Brasil. Saat itu, Argentina menang tipis 1-0 berkat gol Angel Di Maria pada babak perpanjangan waktu setelah kedua tim bermain imbang selama 90 menit.
Meski demikian, rekor pertemuan tidak menjamin Argentina akan menjalani pertandingan dengan mudah. Swiss dikenal memiliki organisasi permainan yang disiplin, pertahanan solid, serta kemampuan memanfaatkan serangan balik dengan efektif. Karakter tersebut kerap menyulitkan tim-tim unggulan dalam berbagai turnamen internasional.
Argentina diperkirakan tetap mengandalkan gaya bermain yang menitikberatkan pada penguasaan bola dan kreativitas di lini tengah. Kombinasi permainan cepat dari sektor sayap serta penyelesaian akhir yang efektif menjadi salah satu kekuatan utama mereka sepanjang turnamen. Stabilitas permainan juga menjadi modal penting bagi sang juara bertahan dalam menghadapi tekanan di fase gugur.
Sementara itu, Swiss diprediksi tidak akan mengubah pendekatan mereka. Tim berjuluk Nati kemungkinan akan bermain rapat di lini belakang sambil menunggu kesempatan melancarkan serangan balik. Strategi tersebut terbukti mampu membawa mereka melewati babak sebelumnya dan berpotensi kembali diterapkan saat menghadapi Argentina.
Laga ini juga menjadi ujian mental bagi kedua tim. Argentina membawa status favorit sekaligus beban sebagai juara bertahan, sedangkan Swiss tampil tanpa tekanan besar. Posisi sebagai tim yang tidak diunggulkan justru dapat menjadi keuntungan karena mereka bisa bermain lebih lepas dan fokus menjalankan strategi yang telah disiapkan.
Pemenang pertandingan ini akan melangkah ke babak semifinal dan semakin dekat dengan peluang meraih gelar juara dunia. Bagi Argentina, kemenangan akan menjaga harapan mempertahankan trofi yang mereka raih empat tahun sebelumnya. Sebaliknya, keberhasilan Swiss menyingkirkan sang juara bertahan akan menjadi salah satu kejutan terbesar sepanjang Piala Dunia 2026.
Dengan kualitas yang dimiliki kedua tim, pertandingan perempat final ini diprediksi berlangsung menarik. Argentina memiliki pengalaman dan materi pemain yang lebih mumpuni, sementara Swiss datang dengan semangat untuk kembali membuat kejutan. Seluruh faktor tersebut menjadikan duel ini layak dinantikan sebagai salah satu laga paling bergengsi di babak delapan besar Piala Dunia 2026.
