
KATURI SPORT – Tim nasional Belgia mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan dramatis atas Senegal pada babak 32 besar. Laga yang berlangsung sengit tersebut tidak hanya memastikan langkah Belgia ke babak 16 besar, tetapi juga melahirkan rekor baru dalam sejarah turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Belgia sukses membalikkan keadaan untuk menang 3-2 atas Senegal setelah sempat berada dalam posisi tertinggal. Hasil tersebut menjadi comeback ke-11 yang terjadi sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Jumlah itu menjadi rekor baru karena belum pernah ada edisi Piala Dunia sebelumnya yang menghasilkan begitu banyak pertandingan dengan skenario kebangkitan tim yang tertinggal hingga berakhir sebagai pemenang.
Pertandingan Belgia melawan Senegal menjadi salah satu laga paling menarik di babak gugur. Senegal mampu memberikan tekanan sejak awal pertandingan dan berhasil unggul lebih dulu. Namun, Belgia menunjukkan mentalitas yang kuat dengan terus menekan sepanjang pertandingan hingga mampu membalikkan skor dan memastikan kemenangan.
Keberhasilan tersebut sekaligus mengantarkan Belgia melaju ke babak 16 besar. Selain faktor kualitas individu para pemain, kemenangan ini juga menunjukkan kemampuan tim dalam menjaga konsentrasi meski sempat berada dalam situasi yang tidak menguntungkan.
Rekor comeback di Piala Dunia 2026 sebenarnya sudah mulai tercipta sebelum laga Belgia berlangsung. Pada hari yang sama, Inggris lebih dulu mencatat kemenangan dramatis saat menghadapi Republik Demokratik Kongo di babak 32 besar.
Dalam pertandingan tersebut, Inggris tertinggal 0-1 pada babak pertama. Meski demikian, The Three Lions mampu bangkit pada babak kedua dengan mencetak dua gol balasan sehingga pertandingan berakhir dengan kemenangan 2-1. Hasil tersebut menjadi comeback ke-10 sepanjang turnamen sebelum akhirnya rekor itu kembali bertambah melalui kemenangan Belgia atas Senegal.
Tingginya jumlah pertandingan yang berakhir dengan comeback menjadi salah satu ciri khas Piala Dunia 2026. Banyak tim menunjukkan daya juang tinggi ketika tertinggal sehingga pertandingan tetap berlangsung kompetitif hingga peluit panjang dibunyikan. Situasi ini membuat setiap pertandingan sulit diprediksi karena keunggulan pada babak pertama tidak selalu menjamin kemenangan.
Babak 32 besar sendiri menghadirkan banyak pertandingan ketat dengan selisih skor tipis. Sejumlah tim unggulan harus bekerja keras untuk memastikan tiket menuju fase berikutnya. Intensitas pertandingan yang tinggi membuat setiap kesalahan dapat dimanfaatkan lawan untuk mengubah jalannya laga.
Belgia menjadi salah satu tim yang mampu memanfaatkan momentum tersebut. Setelah sempat berada di bawah tekanan Senegal, mereka meningkatkan tempo permainan dan lebih efektif dalam memanfaatkan peluang yang tercipta. Perubahan strategi serta penyelesaian akhir yang lebih baik menjadi faktor penting di balik keberhasilan membalikkan keadaan.
Sementara itu, Senegal harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 meski sempat tampil menjanjikan. Keunggulan yang berhasil diraih tidak mampu dipertahankan hingga akhir pertandingan sehingga mereka gagal mengamankan tiket ke babak berikutnya.
Rekor 11 comeback sepanjang Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa kompetisi kali ini berlangsung sangat kompetitif dan penuh kejutan. Setiap tim memiliki peluang untuk bangkit meski tertinggal, sehingga tidak ada pertandingan yang benar-benar aman sebelum wasit meniup peluit akhir.
Dengan kemenangan dramatis tersebut, Belgia tidak hanya memastikan langkah ke babak 16 besar, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah baru Piala Dunia 2026. Rekor comeback terbanyak dalam satu edisi turnamen menjadi bukti bahwa persaingan kali ini berlangsung lebih sengit dan menghadirkan banyak pertandingan yang sarat drama hingga menit-menit terakhir.
