
KATURI NEWS – Warga Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, dibuat resah oleh kemunculan sosok menyerupai pocong yang diduga sengaja meneror lingkungan sekitar. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu dini hari, 23 Mei 2026, dan menjadi perbincangan masyarakat setelah cerita warga menyebar luas di media sosial.
Salah satu warga bernama Nabila mengaku melihat langsung sosok tersebut saat berada di rumahnya. Ia membantah anggapan bahwa cerita itu hanya rekayasa atau kabar bohong. Menurutnya, sosok yang dilihat benar-benar menyerupai pocong seperti yang dikenal dalam cerita masyarakat.
Nabila mengatakan kejadian berlangsung pada malam hari ketika suasana lingkungan dalam kondisi sepi. Saat itu, ia melihat sosok berpakaian putih masuk melalui pagar samping rumah. Karena takut, ia memilih bersembunyi sambil mengamati dari dalam rumah.
Menurut pengakuannya, sosok tersebut kemudian duduk di area teras rumah selama beberapa menit. Nabila mengaku sempat memotret penampakan itu dari kejauhan karena penasaran sekaligus merasa khawatir.
“Saya ngumpet dulu karena takut ketahuan. Saya lebih takut,” ujar Nabila saat menceritakan kembali kejadian yang dialaminya pada Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa bentuk sosok tersebut sangat mirip pocong, lengkap dengan bagian kepala yang tampak terikat. Namun, kain putih yang digunakan terlihat kotor dan tidak bersih seperti kain biasa. Setelah sekitar lima menit berada di depan rumah, sosok itu akhirnya pergi meninggalkan lokasi.
Kejadian tersebut rupanya bukan pertama kali terjadi. Orang tua Nabila, Nurjan, mengatakan teror serupa sempat muncul dua kali dalam waktu berdekatan, yakni pada malam Jumat dan malam Sabtu. Pada kejadian pertama, sosok menyerupai pocong itu disebut mengetuk kaca jendela kamar anaknya.
Nurjan menuturkan bahwa anaknya sempat melihat sosok tersebut melalui ventilasi rumah. Peristiwa itu membuat penghuni rumah ketakutan dan sulit beristirahat karena khawatir sosok misterius itu kembali datang.
Kemunculan sosok berpakaian menyerupai pocong di lingkungan permukiman langsung menimbulkan keresahan warga sekitar. Beberapa warga mulai meningkatkan kewaspadaan pada malam hari dan memilih menutup pintu rumah lebih awal. Sebagian lainnya menduga aksi tersebut dilakukan seseorang untuk menakut-nakuti warga.
Fenomena teror berkostum menyeramkan sebenarnya beberapa kali terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Pelaku biasanya menggunakan atribut tertentu untuk menciptakan kepanikan atau sekadar membuat kehebohan. Namun, tindakan semacam itu dapat memicu trauma, terutama bagi anak-anak dan warga lanjut usia.
Hingga kini belum diketahui pasti identitas orang di balik kemunculan sosok tersebut. Warga berharap aparat setempat segera melakukan penyelidikan agar situasi lingkungan kembali aman dan tidak menimbulkan kepanikan berkepanjangan.
Peristiwa ini juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai isu mistis tanpa memastikan fakta yang sebenarnya. Di sisi lain, tindakan yang sengaja menebar ketakutan di lingkungan warga tetap dianggap meresahkan dan dapat mengganggu ketertiban umum.
Warga Jatijajar kini memilih lebih waspada dan saling mengingatkan satu sama lain untuk menjaga keamanan lingkungan. Beberapa warga bahkan mulai meningkatkan ronda malam guna mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali.
