
KATURI NEWS – Seorang perempuan berkewarganegaraan Thailand ditangkap otoritas Taiwan setelah diduga menyelundupkan heroin dengan cara menyembunyikan puluhan kapsul narkotika di dalam tubuhnya. Kasus tersebut terungkap di Bandara Internasional Kaohsiung pada 6 April 2026 dan kembali diberitakan oleh sejumlah media Taiwan pada Agustus.
Perempuan yang dalam laporan hanya disebut sebagai Ms. A itu diduga menelan 72 kapsul berbentuk oval. Setelah menjalani pemeriksaan, petugas menemukan adanya benda asing dalam saluran pencernaannya. Pemeriksaan lebih lanjut kemudian mengungkap bahwa kapsul tersebut berisi heroin dengan berat keseluruhan mencapai 289,1 gram.
Menurut laporan yang mengutip informasi dari otoritas Taiwan, nilai narkotika tersebut diperkirakan sekitar NT$3,6 juta atau sekitar Rp1,8 miliar jika dikonversikan secara kasar berdasarkan nilai tukar. Nilai tersebut merupakan estimasi pasar di Taiwan dan bukan jumlah uang yang secara langsung ditemukan pada tersangka.
Penangkapan bermula dari informasi mengenai dugaan aktivitas penyelundupan narkotika lintas negara. Petugas mendapat informasi bahwa seorang warga negara asing diduga membawa narkotika ke Taiwan dengan menyembunyikannya melalui bagasi atau menggunakan metode penyelundupan melalui tubuh.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh aparat terkait. Perempuan asal Thailand itu akhirnya dihentikan ketika tiba di Bandara Internasional Kaohsiung. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, petugas menemukan sejumlah benda berbentuk oval di dalam tubuhnya.
Perempuan tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani proses pengeluaran kapsul dari tubuh. Otoritas menggunakan bantuan medis agar kapsul dapat dikeluarkan secara alami. Proses itu tidak berlangsung singkat. Seluruh 72 kapsul baru berhasil dikeluarkan setelah sekitar 10 hari. Selama proses tersebut, petugas melakukan pengawasan secara ketat selama 24 jam.
Setelah kapsul berhasil dikeluarkan, petugas melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti. Kapsul-kapsul tersebut diketahui dibungkus dengan beberapa lapisan material, termasuk kondom dan plastik penyusut panas. Setelah diuji, isinya dinyatakan mengandung heroin yang dikategorikan sebagai narkotika golongan berat berdasarkan hukum Taiwan.
Metode penyelundupan melalui tubuh seperti ini juga membawa risiko kesehatan yang sangat serius. Bungkusan yang berada di dalam saluran pencernaan dapat mengalami kerusakan atau kebocoran. Jika heroin keluar dari kapsul dan masuk ke tubuh, tersangka dapat mengalami keracunan akut yang berpotensi mengancam nyawa.
Kasus tersebut menunjukkan bahwa upaya menyelundupkan narkotika tidak hanya berhadapan dengan konsekuensi hukum, tetapi juga memiliki risiko medis yang ekstrem. Dalam kasus ini, tersangka harus menjalani pemantauan medis selama berhari-hari sebelum seluruh kapsul berhasil dikeluarkan.
Setelah proses penyelidikan selesai, perempuan tersebut diserahkan kepada aparat penegak hukum Taiwan untuk menjalani proses hukum berdasarkan aturan pengendalian narkotika yang berlaku. Kantor Kejaksaan Distrik Kaohsiung kemudian mengajukan perkara tersebut ke pengadilan, dan tersangka dilaporkan tetap berada dalam tahanan selama proses hukum berlangsung.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa penyelundupan narkotika lintas negara terus menjadi perhatian serius aparat keamanan. Modus menyembunyikan narkotika di dalam tubuh memang dapat menyulitkan pemeriksaan biasa, tetapi sekaligus menciptakan risiko keselamatan yang sangat besar bagi orang yang terlibat.
