
KATURI NEWS – Nama Achmad Syahri Assidiqi tengah menjadi perhatian publik setelah aksinya saat mengikuti rapat di lingkungan DPRD Jember viral di media sosial. Politikus yang akrab disapa Lora Syahri itu terlihat merokok sambil bermain gim mobile Clash of Clans ketika rapat berlangsung di ruang Badan Musyawarah DPRD Jember pada Senin, 11 Mei 2026.
Peristiwa tersebut memicu berbagai reaksi masyarakat karena rapat yang berlangsung saat itu membahas persoalan kesehatan. Dalam video dan foto yang beredar, Syahri tampak memegang telepon genggam sambil memainkan gim daring dan merokok di dalam ruang rapat. Aksi tersebut kemudian menuai kritik dari publik yang menilai sikap tersebut tidak mencerminkan etika sebagai wakil rakyat, terlebih dilakukan dalam forum resmi lembaga legislatif.
Rapat yang berlangsung di DPRD Jember itu merupakan agenda Komisi D yang membidangi kesejahteraan rakyat, termasuk sektor kesehatan, pendidikan, dan sosial. Karena tema rapat berkaitan dengan kesehatan masyarakat, tindakan merokok di dalam ruang rapat dianggap sebagian kalangan bertentangan dengan semangat pembahasan yang sedang dilakukan. Selain itu, penggunaan telepon genggam untuk bermain gim ketika rapat berlangsung juga dinilai menunjukkan kurangnya fokus terhadap agenda yang dibahas.
Hingga Rabu (13/5), Syahri belum memberikan pernyataan resmi terkait polemik tersebut. Sebelumnya, ia sempat disebut akan menyampaikan klarifikasi kepada media mengenai kejadian itu. Namun, keberadaannya di kantor DPRD Jember tidak terlihat pada hari tersebut. Berdasarkan informasi yang beredar, Syahri diketahui sedang berada di Pulau Bali bersama rombongan Komisi D DPRD Jember dalam rangka kunjungan kerja ke DPRD Kabupaten Tabanan.
Kunjungan kerja tersebut disebut telah dijadwalkan sebelumnya sebagai bagian dari agenda kedinasan DPRD Jember. Meski demikian, absennya Syahri dari kantor DPRD di tengah sorotan publik membuat perhatian terhadap kasus ini semakin meningkat. Banyak pihak menunggu penjelasan langsung dari yang bersangkutan untuk mengetahui konteks kejadian yang terekam dalam rapat tersebut.
Viralnya aksi Syahri juga kembali memunculkan pembahasan mengenai etika pejabat publik saat menjalankan tugas. Sebagai lembaga legislatif daerah, DPRD memiliki tanggung jawab dalam menjaga profesionalisme dan tata tertib selama rapat berlangsung. Sikap anggota dewan dalam forum resmi sering kali menjadi perhatian masyarakat karena berkaitan dengan citra institusi dan kepercayaan publik terhadap wakil rakyat.
Di sisi lain, penggunaan gim mobile seperti Clash of Clans di kalangan masyarakat memang cukup umum sebagai hiburan. Namun, ketika dilakukan dalam agenda resmi pemerintahan, tindakan tersebut memunculkan penilaian berbeda dari publik. Terlebih, rapat DPRD merupakan forum yang membahas kebijakan dan persoalan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pimpinan DPRD Jember terkait kemungkinan evaluasi atau tindak lanjut atas kejadian tersebut. Publik pun masih menantikan klarifikasi dari Achmad Syahri Assidiqi mengenai tindakannya saat rapat berlangsung. Polemik ini menjadi pengingat bahwa perilaku pejabat publik dalam menjalankan tugas selalu berada dalam sorotan masyarakat, terutama di era media sosial ketika dokumentasi suatu peristiwa dapat dengan cepat menyebar luas.
