
KATURI NEWS – Presiden ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri Kamboja Hun Many di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa. Pertemuan tersebut menjadi ajang pertukaran pandangan mengenai nilai-nilai kebangsaan, khususnya ideologi Pancasila yang dinilai memiliki relevansi dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Dalam pertemuan tersebut, Hun Many menyampaikan apresiasinya terhadap Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila memiliki potensi untuk menjadi inspirasi dalam memperkuat hubungan antarmasyarakat yang beragam, sekaligus mendorong terciptanya perdamaian dan toleransi di tingkat internasional.
Hun Many mengungkapkan ketertarikannya untuk mempelajari lebih jauh bagaimana Indonesia mampu mempertahankan dan mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menilai pengalaman Indonesia dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman dapat menjadi referensi penting bagi negara lain.
“Saya tertarik dengan ideologi Pancasila dan ingin mendapat pelajaran bagaimana ideologi Pancasila bisa dipertahankan dan diterapkan di Indonesia,” ujar Hun Many sebagaimana disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.
Menanggapi apresiasi tersebut, Megawati Soekarnoputri memperkenalkan secara langsung lima sila Pancasila kepada delegasi Kamboja. Ia membagikan lembaran berisi lima butir Pancasila sebagai bentuk pengenalan terhadap dasar filosofi negara Indonesia yang selama ini menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa.
Megawati juga menjelaskan bahwa dirinya kerap memperkenalkan Pancasila dalam berbagai forum internasional. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya relevan bagi Indonesia, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dunia dalam membangun kehidupan yang damai, adil, dan saling menghormati.
“Saya sering diundang berbicara di forum internasional dan saya memperkenalkan ideologi Pancasila, termasuk di Forum Zayed Award di Abu Dhabi,” kata Megawati.
Pancasila sendiri merupakan dasar negara Republik Indonesia yang terdiri atas lima prinsip utama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sejak disahkan sebagai dasar negara, Pancasila menjadi landasan dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.
Pertemuan antara Megawati dan Hun Many menunjukkan adanya perhatian terhadap penguatan kerja sama dan dialog mengenai nilai-nilai kebangsaan di kawasan Asia Tenggara. Sebagai negara yang sama-sama tergabung dalam ASEAN, Indonesia dan Kamboja memiliki kepentingan untuk terus mempererat hubungan bilateral melalui berbagai bidang, termasuk pertukaran gagasan mengenai pembangunan masyarakat yang inklusif dan harmonis.
Selain menjadi simbol persahabatan kedua negara, diskusi mengenai Pancasila juga mencerminkan besarnya perhatian terhadap pentingnya nilai toleransi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman dalam menghadapi berbagai tantangan global. Nilai-nilai tersebut dinilai semakin relevan di tengah dinamika hubungan internasional yang membutuhkan pendekatan berbasis dialog dan kerja sama.
Hingga kini, Indonesia terus memperkenalkan Pancasila dalam berbagai forum internasional sebagai salah satu kontribusi pemikiran dalam membangun perdamaian dunia. Melalui diplomasi dan pertukaran pengalaman, pemerintah maupun tokoh nasional berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat global dalam menciptakan kehidupan yang lebih harmonis.
Pertemuan Megawati Soekarnoputri dengan Hun Many menjadi salah satu bentuk diplomasi yang menitikberatkan pada pertukaran nilai dan gagasan. Dengan adanya dialog tersebut, kedua pihak menunjukkan komitmen untuk terus memperkuat hubungan Indonesia dan Kamboja sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas dalam mempromosikan nilai-nilai perdamaian, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman di tingkat regional maupun internasional.
