
KATURI NEWS – Aksi tawuran antarwarga kembali terjadi di kawasan kolong flyover Manggarai, Jakarta Selatan, pada Kamis (1/1/2026) sore. Bentrokan ini melibatkan dua kelompok warga yang saling serang menggunakan petasan dan lemparan batu, sehingga menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar serta mengganggu aktivitas masyarakat.
Kapolsek Tebet Kompol Iwan Gunawan menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.10 WIB. Dua kelompok yang terlibat dalam tawuran berasal dari warga Gang Tuyul RW 04 dan warga Gang Magasen RW 12. Bentrokan berlangsung di area kolong flyover yang berada tidak jauh dari Stasiun Manggarai, salah satu kawasan padat aktivitas transportasi di Jakarta.
Menurut keterangan pihak kepolisian, kejadian bermula ketika terdengar suara ledakan petasan dari kolong flyover. Tak lama kemudian, situasi memanas dan kedua kelompok saling melempar batu serta menyalakan petasan ke arah lawan. Suasana tersebut sempat membuat warga sekitar panik, terutama pengguna jalan dan penumpang yang berada di sekitar stasiun.
Petugas kepolisian yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk mengendalikan situasi. Aparat melakukan upaya pembubaran dan pengamanan agar tawuran tidak meluas dan menimbulkan korban. Kehadiran polisi berhasil meredam bentrokan, sehingga kedua kelompok akhirnya membubarkan diri.
Kompol Iwan Gunawan menyebutkan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, pihak kepolisian tetap melakukan pendataan serta penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui pemicu utama tawuran. Polisi juga mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi dan menyelesaikan permasalahan melalui jalur yang damai.
Kawasan Manggarai sendiri diketahui kerap menjadi lokasi rawan bentrokan antarwarga, khususnya di titik-titik tertentu seperti kolong flyover. Faktor kepadatan permukiman, konflik lama antarwilayah, serta minimnya pengawasan pada jam-jam tertentu disebut kerap memicu terjadinya tawuran.
Pihak kepolisian berencana meningkatkan patroli rutin dan penjagaan di wilayah tersebut, terutama pada sore hingga malam hari, guna mencegah kejadian serupa terulang. Selain itu, aparat juga akan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan aparat kelurahan untuk mencari solusi jangka panjang.
Kepolisian mengingatkan bahwa aksi tawuran tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga masyarakat umum yang tidak terlibat. Lemparan batu dan petasan berpotensi menyebabkan luka serius serta kerusakan fasilitas umum. Oleh karena itu, warga diharapkan dapat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera melapor jika melihat potensi konflik.
