
KATURI NEWS – Kepolisian Daerah Lampung merilis identitas dan foto dua pelaku pencurian sepeda motor yang terlibat dalam penembakan terhadap anggota polisi, Bripka Anumerta Arya Supena, di Jalan ZA Pagar Alam, Bandar Lampung. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 9 Mei, dan mengakibatkan korban meninggal dunia saat menjalankan tugas.
Dua pelaku yang diumumkan pihak kepolisian masing-masing bernama Bahroni alias Roni (23) dan Hamli alias Ham (27). Publikasi identitas dan foto keduanya dilakukan sebagai bagian dari pengungkapan kasus yang mendapat perhatian luas masyarakat Lampung. Polisi juga menyampaikan ciri-ciri fisik kedua tersangka guna melengkapi informasi penyelidikan yang telah dilakukan sejak kejadian berlangsung.
Berdasarkan informasi yang diterima dari kepolisian, Hamli memiliki rambut lurus, warna kulit cokelat, dan postur tubuh tegap. Sementara itu, Bahroni alias Roni memiliki rambut ikal, tubuh kurus, dan warna kulit sawo matang. Foto keduanya beredar setelah aparat berhasil melakukan pengembangan kasus dan memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pencurian kendaraan bermotor sekaligus penembakan terhadap anggota kepolisian tersebut.
Insiden penembakan terhadap Bripka Arya Supena terjadi ketika aparat sedang melakukan penindakan terhadap aksi kriminal yang diduga dilakukan para pelaku. Dalam proses tersebut, korban mengalami luka tembak yang menyebabkan dirinya meninggal dunia. Kejadian itu memicu duka mendalam di lingkungan kepolisian maupun masyarakat karena korban dikenal sedang menjalankan tugas penegakan hukum saat peristiwa terjadi.
Polda Lampung bergerak cepat setelah insiden tersebut dengan membentuk tim khusus guna mengejar para pelaku. Aparat melakukan serangkaian penyelidikan, pengumpulan barang bukti, serta pemeriksaan saksi di sekitar lokasi kejadian. Upaya pengejaran dilakukan di sejumlah wilayah yang diduga menjadi tempat persembunyian para tersangka.
Dalam proses penangkapan, polisi menyebut Bahroni alias Roni melakukan perlawanan terhadap petugas. Karena dianggap membahayakan keselamatan aparat, tindakan tegas terukur dilakukan hingga menyebabkan Roni meninggal dunia. Kepolisian menegaskan bahwa langkah tersebut diambil sesuai prosedur karena pelaku tidak kooperatif saat hendak diamankan.
Sementara itu, proses hukum terhadap tersangka lainnya terus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya jaringan pencurian kendaraan bermotor yang melibatkan lebih banyak pelaku. Selain itu, aparat juga melakukan pengembangan terkait kepemilikan senjata api yang digunakan dalam aksi penembakan terhadap anggota polisi tersebut.
Kasus ini kembali menjadi perhatian publik terkait maraknya tindak pencurian kendaraan bermotor yang disertai kekerasan. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminal di lingkungan sekitar. Warga juga diminta segera melapor apabila mengetahui aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kematian Bripka Anumerta Arya Supena menjadi pengingat bahwa tugas aparat penegak hukum memiliki risiko tinggi, terutama saat berhadapan dengan pelaku kriminal bersenjata. Penghormatan diberikan kepada korban atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga keamanan masyarakat. Di sisi lain, aparat menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap bentuk kejahatan yang mengancam keselamatan warga maupun petugas di lapangan.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung guna memastikan seluruh fakta dalam kasus tersebut terungkap secara menyeluruh. Polisi berharap pengungkapan kasus ini dapat memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban sekaligus menjadi peringatan keras terhadap pelaku kejahatan jalanan di wilayah Lampung.
