
KATURI NEWS – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali mengungkap kasus peredaran narkotika dengan modus baru yang memanfaatkan perangkat rokok elektrik. Seorang perempuan berinisial E (37) berhasil diamankan aparat kepolisian karena diduga mengedarkan zat berbahaya jenis etomidate yang dikemas dalam bentuk liquid cartridge vape. Penangkapan tersebut dilakukan pada Rabu, 8 April 2026, sekitar pukul 15.50 WIB di kawasan Apartemen Bassura, Jakarta Timur.
Kasus ini menjadi perhatian karena menunjukkan adanya inovasi modus operandi dalam peredaran narkotika. Etomidate sendiri dikenal sebagai zat anestesi yang biasanya digunakan dalam dunia medis untuk keperluan pembiusan. Namun, dalam beberapa kasus, zat ini disalahgunakan karena dapat memberikan efek sedatif dan euforia ringan jika digunakan di luar pengawasan medis. Penyalahgunaan etomidate dalam bentuk liquid vape menjadi tren baru yang dinilai berbahaya, terutama karena sulit terdeteksi secara kasat mata.
Menurut keterangan pihak kepolisian, penangkapan tersangka bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peredaran narkotika di sekitar lokasi tersebut. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh tim dari Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dengan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Setelah dilakukan pengamatan dan pengumpulan bukti awal, petugas akhirnya melakukan penangkapan terhadap tersangka di apartemen tersebut.
Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan sebanyak 1.409 keping cartridge vape yang diduga mengandung etomidate. Jumlah tersebut tergolong besar dan mengindikasikan bahwa tersangka bukan sekadar pengguna, melainkan bagian dari jaringan distribusi narkotika. Barang bukti tersebut kini telah diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, termasuk uji laboratorium guna memastikan kandungan zat di dalamnya.
Kasubdit Unit 5 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Ade Candra, menyampaikan bahwa pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini. Polisi menduga tersangka tidak bekerja sendiri dan kemungkinan merupakan bagian dari jaringan yang lebih luas. Oleh karena itu, penyelidikan lanjutan dilakukan untuk mengungkap pemasok serta jalur distribusi narkotika tersebut.
Fenomena penyalahgunaan narkotika dalam bentuk liquid vape menjadi tantangan baru bagi aparat penegak hukum. Bentuknya yang menyerupai produk legal membuat peredarannya lebih sulit dideteksi, baik oleh masyarakat maupun petugas. Selain itu, target pasar dari produk semacam ini cenderung menyasar kalangan muda yang akrab dengan penggunaan rokok elektrik.
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai bentuk peredaran narkotika yang semakin beragam. Peran aktif masyarakat dinilai sangat penting dalam membantu aparat mengungkap kasus-kasus serupa. Laporan dari warga sering kali menjadi pintu awal bagi kepolisian untuk melakukan tindakan penegakan hukum.
Di sisi lain, kasus ini juga menjadi pengingat bahwa penyalahgunaan zat medis dapat berdampak serius bagi kesehatan. Penggunaan etomidate tanpa pengawasan dokter dapat menimbulkan risiko seperti gangguan pernapasan, penurunan kesadaran, hingga potensi ketergantungan. Oleh karena itu, edukasi mengenai bahaya narkotika dan zat adiktif lainnya perlu terus ditingkatkan.
Dengan terungkapnya kasus ini, diharapkan aparat kepolisian dapat memutus rantai peredaran narkotika yang memanfaatkan teknologi modern. Penindakan tegas terhadap pelaku menjadi langkah penting untuk memberikan efek jera sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkoba yang semakin kompleks.
