
KATURI NEWS – Otoritas Iran mengumumkan bahwa prosesi pemakaman mendiang Ayatollah Ali Khamenei akan dilaksanakan secara besar-besaran di tiga kota utama, yakni Teheran, Qom, dan Mashhad. Rangkaian acara tersebut diperkirakan berlangsung selama tiga hari dan melibatkan partisipasi masyarakat dari berbagai wilayah Iran maupun sejumlah negara lain.
Wakil Wali Kota Teheran Bidang Sosial dan Budaya, Mohammad-Amin Tavakolizadeh, menyampaikan bahwa jenazah Ayatollah Ali Khamenei akan dimakamkan di dekat Makam Imam Reza yang berada di Kota Mashhad. Lokasi tersebut memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat penting bagi masyarakat Muslim Syiah, sehingga diperkirakan akan menjadi pusat perhatian selama prosesi penghormatan terakhir kepada pemimpin yang telah memegang peran penting dalam perjalanan Republik Islam Iran.
Menurut keterangan otoritas setempat, rangkaian pemakaman dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan Zulhijjah 1447 Hijriah hingga awal Muharram 1448 Hijriah, yang bertepatan dengan pertengahan Juni. Penetapan waktu tersebut dilakukan setelah koordinasi antara berbagai lembaga pemerintah dan pihak terkait guna memastikan pelaksanaan acara berjalan tertib dan aman.
Teheran akan menjadi lokasi utama pada tahap awal prosesi. Pemerintah kota memperkirakan kegiatan penghormatan terakhir di ibu kota akan berlangsung setidaknya selama 24 jam. Berbagai persiapan telah dilakukan untuk mengakomodasi jumlah pelayat yang diperkirakan sangat besar, termasuk pengaturan lalu lintas, pengamanan area publik, serta penyediaan fasilitas bagi masyarakat yang ingin memberikan penghormatan.
Setelah prosesi di Teheran, rangkaian kegiatan akan berlanjut ke Kota Qom yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan dan keagamaan terpenting di Iran. Kota ini memiliki hubungan erat dengan sejarah perkembangan ulama Syiah dan menjadi tempat yang memiliki makna khusus bagi banyak tokoh agama di negara tersebut.
Tahap terakhir akan berlangsung di Mashhad, kota yang dipilih sebagai lokasi pemakaman. Mashhad merupakan salah satu destinasi ziarah terbesar di dunia Islam karena menjadi tempat berdirinya Makam Imam Reza, imam kedelapan dalam tradisi Syiah. Pemakaman di kawasan tersebut dipandang sebagai penghormatan tinggi bagi tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan politik dan keagamaan Iran.
Pemerintah memperkirakan Mashhad akan menerima kedatangan pelayat dalam jumlah besar, tidak hanya dari berbagai provinsi di Iran tetapi juga dari luar negeri. Sejumlah negara seperti Pakistan, Afghanistan, India, dan Bangladesh diperkirakan akan mengirimkan warga maupun perwakilan untuk mengikuti prosesi penghormatan terakhir. Kedekatan historis dan hubungan keagamaan yang kuat antara masyarakat di negara-negara tersebut dengan Iran menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya minat untuk hadir.
Penyelenggaraan prosesi pemakaman dalam skala besar menunjukkan pentingnya posisi Ayatollah Ali Khamenei dalam kehidupan politik dan sosial Iran selama beberapa dekade terakhir. Pemerintah menilai acara ini bukan hanya sebagai momen perpisahan, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk mengenang kontribusi dan peran yang telah dijalankan selama masa kepemimpinannya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, otoritas Iran berharap seluruh rangkaian acara dapat berlangsung lancar dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan penghormatan terakhir secara tertib dan khidmat.
