
KATURI SPORT – Manchester United mengambil keputusan strategis dan berbasis data saat merekrut Benjamin Šeško musim panas lalu, menolak opsi Viktor Gyökeres meski sang striker Swedia juga sangat menarik. Keputusan ini ternyata bukan hanya soal nama besar atau produktivitas gol semata, tetapi analisis statistik dan filosofi rekruitmen jangka panjang menjadi faktor penentu.
1. Pendekatan “Data-Driven” ala Mike Sansoni
Salah satu kunci di balik transfer Šeško ke Old Trafford adalah peran Mike Sansoni, direktur data baru di Manchester United yang direkrut dari tim Formula 1 Mercedes. Sansoni membawa budaya analisis canggih ke dalam struktur klub, memungkinkan United mengakses model data yang memetakan performa puluhan ribu pemain dari seluruh dunia.
Dalam laporan dari The Times yang dikutip Liputan6, United menilai bahwa Šeško lebih memenuhi parameter-parameter modern yang diinginkan klub, terutama dalam hal pergerakan tanpa bola. Mereka menemukan bahwa Šeško “lari lebih banyak” saat tidak memiliki bola, sebuah kualitas yang sangat dihargai dalam sistem permainan Manchester United saat ini.
2. Perbandingan Statistik: Šeško vs Gyökeres
Meskipun Viktor Gyökeres mencetak lebih banyak gol secara mentah di musim sebelumnya — menurut data BBC, Gyökeres mencatat 39 gol dalam liga, sedangkan Šeško jauh di bawah dengan 13 gol — United mempertimbangkan aspek lain yang tak kalah penting.
Salah satu poin diunggulkan Šeško adalah duel udara. Dengan postur sekitar 1,95 meter, Šeško unggul dalam menghadapi situasi udara, memenangkan persentase duel atas lawan lebih tinggi dibandingkan Gyökeres yang “hanya” sekitar 1,88 meter.
Selain itu, walau konversi tembakan Gyökeres lebih tinggi (28,1% dibanding 19,1% milik Šeško), United tampaknya lebih tertarik pada potensi jangka panjang dan kemampuan adaptasi gaya permainan yang sesuai filosofi klub yang sedang dibangun.
3. Komitmen Jangka Panjang dan Proyek Klub
Tidak hanya soal angka, faktor manusia juga penting. Šeško diketahui sangat antusias bergabung dengan United. Ia menyebut sejarah klub sebagai alasan emosional, tetapi lebih dari itu, ia percaya pada “proyek masa depan” yang ditawarkan manajemen dan pelatih.
Dalam wawancara resminya, Šeško menegaskan bahwa dia melihat Old Trafford sebagai tempat ideal untuk tumbuh dan berkembang bersama tim, bukan hanya sebagai batu loncatan cepat. Dialog internal di klub juga menunjukkan bahwa United melihat Šeško sebagai “proyek jangka panjang” yang bisa berkembang menjadi salah satu ujung tombak utama dalam beberapa musim mendatang.
4. Risiko, Kritik, dan Harapan
Tentu saja, keputusan ini tidak bebas dari kritik. Sejumlah kalangan mempertanyakan apakah United terlalu berisiko memilih striker muda yang belum terbukti di level tertinggi dibanding Gyökeres yang sudah matang secara pengalaman.
Namun, pendukung ide rekruitmen berbasis data berargumen bahwa investasi jangka panjang lebih sejalan dengan ambisi United untuk membangun tim yang kompetitif dalam beberapa tahun ke depan. Apalagi dengan model data canggih yang kini ada di klub, United berharap kesabaran mereka akan terbayar dengan pertumbuhan kualitas Šeško di bawah asuhan Ruben Amorim dan tim analis.
Kesimpulan
Pilihan Manchester United untuk merekrut Benjamin Šeško ketimbang Viktor Gyökeres bukan semata-mata soal siapa pencetak gol paling tajam, tetapi lebih pada visi besar klub: membangun masa depan dengan pemain yang sesuai gaya permainan, komitmen jangka panjang, dan karakter yang bisa tumbuh bersama proyek klub. Analisis data dari Mike Sansoni dan timnya menjadi landasan utama keputusan itu, dan United jelas menaruh harapan bahwa Šeško akan menjadi bagian penting dari era baru mereka.
