
KATURI NEWS – Kasus dugaan teror yang dialami Dj Donny dan Sherly menjadi perhatian publik setelah keduanya menerima kiriman bangkai ayam. Peristiwa tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan politik. Seorang Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) menilai aksi tersebut sebagai bentuk pengancaman yang tidak beradab dan mencerminkan pola pikir pelaku yang belum matang.
Menurut informasi yang beredar, teror berupa bangkai ayam itu diterima oleh Dj Donny dan Sherly dalam situasi yang menimbulkan rasa tidak aman. Meski belum diketahui secara pasti siapa pelaku di balik aksi tersebut dan apa motif utamanya, kejadian ini dinilai sebagai bentuk intimidasi simbolik yang kerap digunakan untuk menekan atau menakut-nakuti pihak tertentu.
Menanggapi peristiwa itu, Ketua DPP PDIP menyampaikan kritik keras terhadap pelaku teror. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan kekanak-kanakan dan tidak mencerminkan kedewasaan dalam menyikapi persoalan. Menurutnya, cara-cara seperti ini menunjukkan bahwa pelaku tidak mampu mengekspresikan perbedaan pendapat atau konflik secara terbuka dan rasional.
Politikus PDIP tersebut juga menyinggung bahwa aksi pengancaman semacam ini sering kali dilakukan oleh pihak-pihak yang merasa memiliki kekuasaan atau pengaruh tertentu. Namun, alih-alih menunjukkan kekuatan, tindakan teror justru memperlihatkan kelemahan cara berpikir. Ia menilai bahwa penggunaan simbol-simbol ancaman merupakan tanda bahwa pelaku tidak siap berhadapan secara argumentatif atau hukum.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dalam negara demokratis, setiap persoalan seharusnya diselesaikan melalui jalur yang sah dan beradab. Intimidasi, teror, maupun ancaman dalam bentuk apa pun dinilai tidak hanya melanggar norma sosial, tetapi juga berpotensi melanggar hukum. Oleh karena itu, ia mendorong agar aparat penegak hukum menindaklanjuti kasus ini secara serius.
Peristiwa teror terhadap Dj Donny dan Sherly juga memunculkan diskusi lebih luas tentang iklim demokrasi dan kebebasan berekspresi. Banyak pihak menilai bahwa tindakan intimidatif dapat mencederai rasa aman masyarakat dan merusak ruang dialog yang sehat. Jika dibiarkan, praktik-praktik seperti ini dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk.
Sementara itu, Dj Donny dan Sherly diharapkan mendapat perlindungan serta kepastian hukum atas peristiwa yang mereka alami. Dukungan moral dari berbagai kalangan terus mengalir, sebagai bentuk solidaritas terhadap korban teror dan penolakan terhadap segala bentuk intimidasi.
Politikus PDIP tersebut juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal wajar dalam kehidupan sosial dan politik. Namun, perbedaan itu seharusnya dihadapi dengan kedewasaan, bukan dengan ancaman atau tindakan simbolik yang menakutkan. Ia menegaskan bahwa keberanian sejati ditunjukkan melalui dialog terbuka, bukan melalui teror.
Hingga kini, kasus teror bangkai ayam tersebut masih menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap agar aparat kepolisian dapat mengungkap pelaku dan motif di balik aksi tersebut. Penanganan yang tegas dan transparan dinilai penting untuk menjaga rasa aman serta menegaskan bahwa tindakan intimidasi tidak memiliki tempat dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
