
KATURI BUSINESS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik terhadap Kanada di tengah memburuknya hubungan perdagangan kedua negara. Dalam unggahan di platform Truth Social pada Minggu, Trump menilai Kanada menginginkan keuntungan ekonomi dari Amerika Serikat tanpa menerima konsekuensi politik sebagai bagian dari negara tersebut.
“Kanada menginginkan keuntungan sebagai sebuah negara bagian, tanpa menjadi negara bagian,” tulis Trump. Pernyataan itu kembali mengangkat isu yang sebelumnya beberapa kali disampaikan Trump mengenai gagasan Kanada menjadi bagian dari Amerika Serikat, meskipun Kanada tetap merupakan negara berdaulat dan tidak menunjukkan keinginan untuk bergabung dengan AS.
Trump juga menyoroti kebijakan perdagangan Kanada terhadap produk pertanian Amerika. Ia menuduh Kanada selama bertahun-tahun mengenakan tarif tinggi terhadap produk pertanian AS dan menyatakan kebijakan tersebut tidak akan terus berlangsung.
Pernyataan Trump muncul hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat memberlakukan tarif baru sebesar 50 persen terhadap sejumlah barang Kanada. Kebijakan tersebut berlaku untuk sekitar 20 miliar dolar AS produk Kanada, atau lebih dari 5 persen nilai ekspor Kanada ke AS pada 2025. Produk yang terdampak antara lain anggur, furnitur, produk susu, semen, pakaian, alat pancing, serta perlengkapan hoki.
Langkah tersebut merupakan eskalasi terbaru setelah perundingan perdagangan antara Washington dan Ottawa gagal mencapai kesepakatan. Pembicaraan intensif selama beberapa hari berakhir tanpa perjanjian, dengan kedua pihak saling menyalahkan atas kegagalan negosiasi.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney kemudian mengumumkan bahwa Kanada akan memberikan respons dengan nilai yang setara atau “dollar for dollar”. Tarif balasan tersebut akan diberlakukan mulai 8 September terhadap sejumlah produk Amerika, termasuk baja, elektronik, peralatan rumah tangga, produk susu, peralatan pertanian, serta pulp dan kertas.
Carney mengatakan Kanada tidak dapat menerima persyaratan yang diajukan Washington pada tahap akhir perundingan. Menurut pemerintah Kanada, perubahan tuntutan Amerika dinilai tidak adil dan berpotensi merugikan kepentingan ekonomi Kanada. Ottawa juga menilai beberapa tuntutan AS dapat membatasi kemampuan Kanada dalam menentukan kebijakan perdagangan dan ekonominya sendiri.
Sengketa tersebut juga berpotensi mempersulit masa depan kesepakatan perdagangan Amerika Utara, yakni United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA). Ketegangan antara dua negara yang selama ini menjadi mitra dagang utama itu dapat meningkatkan tekanan terhadap sektor industri yang bergantung pada perdagangan lintas perbatasan.
Sebelumnya, Washington dan Ottawa sempat menunjukkan tanda-tanda mendekati kesepakatan. Trump bahkan menunda pemberlakuan tarif baru selama beberapa hari karena mengklaim terdapat kemajuan dalam perundingan. Namun, kedua negara akhirnya gagal menyelesaikan perbedaan mengenai tarif kendaraan, baja, aluminium, kayu lunak, serta akses pasar.
Dengan diberlakukannya tarif baru AS dan rencana pembalasan Kanada pada September, hubungan ekonomi kedua negara kini memasuki fase yang lebih tegang. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah Washington dan Ottawa kembali membuka ruang negosiasi atau justru mempertahankan kebijakan tarif masing-masing.
