
KATURI SPORT – Manchester City mengalami kekalahan telak 3-0 dari Real Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabeu pada Rabu malam (13/3/2026). Kekalahan ini membawa dampak besar bagi tim asuhan Pep Guardiola, yang tidak hanya disorot soal strategi permainan, tetapi juga soal keputusan kontroversial dalam pemilihan pemain.
Guardiola, yang dikenal dengan pendekatannya yang detail dalam merencanakan taktik dan pemilihan pemain, kali ini menjadi sasaran kritik. Banyak yang menganggap bahwa keputusan-keputusan taktisnya dalam pertandingan tersebut, terutama dalam pemilihan pemain, menjadi faktor utama kegagalan City dalam meredam serangan Real Madrid yang ganas.
Keputusan Taktis yang Dipertanyakan
Salah satu keputusan yang paling banyak disorot adalah pemilihan Nico O’Reilly untuk bermain sebagai bek kiri. O’Reilly yang biasanya beroperasi di posisi lainnya, dipercaya Guardiola untuk mengisi posisi bek kiri. Keputusan ini dianggap sebagai blunder setelah gol pertama Real Madrid yang dicetak oleh Federico Valverde. Pada gol tersebut, O’Reilly tampak kesulitan mengimbangi pergerakan Valverde, yang berhasil memanfaatkan ruang kosong di sisi kiri pertahanan City.
Pernyataan Guardiola sebelum pertandingan sempat mengindikasikan bahwa O’Reilly dipilih karena kecepatan dan kemampuannya dalam bertahan, namun keputusan tersebut tampaknya tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Bahkan, banyak yang berpendapat bahwa keputusan ini menjadi salah satu faktor utama dalam terbukanya lini belakang City, yang gagal menghalau serangan-serangan Madrid.
Selain itu, keputusan Guardiola untuk menurunkan Savinho sebagai gelandang di awal pertandingan juga menjadi sorotan. Savinho, yang dikenal dengan kemampuan eksplosifnya di sayap, tampak kesulitan beradaptasi dengan peran barunya. Pada awal babak kedua, Guardiola memutuskan untuk menarik keluar Savinho dan menggantikannya dengan pemain lain, sebuah keputusan yang banyak dianggap sebagai pembenaran bahwa penempatan Savinho di lini tengah adalah kesalahan.
Reaksi Guardiola dan Ketegangan Pasca Pertandingan
Pep Guardiola, yang terlihat sangat kesal setelah pertandingan, langsung melontarkan komentar tajam tentang kritik yang diterimanya. Pelatih asal Spanyol ini merasa frustasi karena terus disorot terkait keputusan pemilihan pemainnya, meskipun dia yakin sudah mengambil keputusan terbaik berdasarkan kondisi dan kebutuhan tim.
“Setiap kali kita kalah, selalu ada yang mengatakan saya salah memilih pemain. Tapi saya yakin dengan keputusan saya,” ujar Guardiola dalam konferensi pers setelah pertandingan. “Saya yang memutuskan siapa yang bermain dan siapa yang tidak, dan saya bertanggung jawab penuh atas hasil ini. Terkadang keputusan itu berhasil, terkadang tidak. Namun, saya tetap akan belajar dari setiap hasilnya.”
Guardiola juga menegaskan bahwa kritik terhadap pemilihan pemain adalah hal yang biasa, namun dia menuntut agar lebih banyak perhatian diberikan pada aspek-aspek lain dari permainan tim, bukan hanya fokus pada pilihan pemain tertentu. Meskipun demikian, Guardiola tidak dapat menutupi rasa kecewanya setelah kekalahan besar ini, yang membuat peluang City untuk melangkah lebih jauh di Liga Champions semakin tipis.
Dampak Kekalahan dan Tantangan ke Depan
Kekalahan 3-0 dari Real Madrid tentu bukan hasil yang diinginkan Guardiola dan para pemain City, apalagi dengan target tinggi yang mereka usung di Liga Champions musim ini. Kekalahan ini tidak hanya merugikan dari segi skor, tetapi juga berdampak pada mentalitas tim yang harus segera bangkit di leg kedua. Guardiola dan timnya akan menghadapi tantangan besar di leg kedua yang akan digelar di Etihad Stadium, di mana mereka harus mencetak minimal tiga gol tanpa kebobolan untuk memastikan tempat di perempat final.
Namun, meskipun Guardiola merasa kesal dengan kritik yang dilontarkan, banyak yang menyadari bahwa keputusan-keputusan tersebut adalah bagian dari strategi jangka panjang yang diambil oleh pelatih. Meskipun strategi itu tidak selalu berhasil, Guardiola terkenal dengan filosofi permainannya yang tak kenal kompromi, dan kekalahan ini kemungkinan akan menjadi bahan evaluasi serius dalam persiapan tim untuk leg kedua.
Kesimpulan
Kekalahan 3-0 yang diderita Manchester City dari Real Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions mengundang sorotan tajam terhadap keputusan taktis Pep Guardiola, terutama dalam pemilihan pemain seperti Nico O’Reilly dan Savinho. Meskipun Guardiola merasa kesal atas kritik yang datang, ini adalah bagian dari dinamika sepak bola. Leg kedua yang akan datang menjadi kesempatan bagi Guardiola dan tim untuk membuktikan bahwa mereka masih bisa bangkit, dan bahwa keputusan yang dibuat bukanlah alasan utama di balik hasil buruk tersebut.
