
KATURI NEWS – 27 Desember 2025 – Sebuah gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 5,9 mengguncang Pulau Enggano, yang terletak di provinsi Bengkulu, pada hari Sabtu, 27 Desember 2025, sekitar pukul 07.22 WIB. Menurut informasi yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini terjadi dengan koordinat 5.58°LS, 102.22°BT, yang terletak sekitar 26 kilometer barat daya Pulau Enggano.
Kronologi Kejadian
Gempa yang terjadi di kawasan Pulau Enggano ini berlangsung cukup singkat namun terasa cukup kuat. Berdasarkan laporan BMKG, kedalaman gempa mencapai 10 km, yang menunjukkan bahwa gempa ini terjadi pada kedalaman dangkal. Gempa dengan kedalaman dangkal biasanya lebih terasa kuat di permukaan karena gelombang seismiknya lebih dekat dengan permukaan Bumi.
BMKG segera mengeluarkan informasi bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meskipun demikian, gempa ini menyebabkan sejumlah getaran kuat di pulau-pulau terdekat dan berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan atau infrastruktur di daerah sekitar epicenter. Masyarakat yang berada di Pulau Enggano dan wilayah-wilayah sekitarnya diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Dampak Gempa
Sejauh ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan parah yang ditimbulkan oleh gempa tersebut. Namun, informasi awal dari penduduk setempat menyebutkan bahwa beberapa rumah dan bangunan mengalami kerusakan ringan akibat getaran yang terjadi. Tim tanggap darurat dari BMKG dan instansi terkait segera melakukan pemantauan untuk memastikan situasi lebih lanjut.
Masyarakat di Pulau Enggano dan daerah sekitarnya diminta untuk tetap tenang dan mengikuti informasi yang diberikan oleh pihak berwenang. Mengingat wilayah Bengkulu dan sekitarnya termasuk daerah yang rawan gempa bumi dan tsunami, warga diminta untuk selalu siap siaga dalam menghadapi bencana alam.
Penyebab Terjadinya Gempa
Gempa yang mengguncang Pulau Enggano ini berasal dari aktivitas subduksi yang terjadi di zona megathrust Sunda. Wilayah Indonesia, khususnya di sekitar Sumatra, sering kali mengalami gempa bumi akibat pergerakan lempeng tektonik, di mana Lempeng Indo-Australia bergerak menuju Lempeng Eurasia. Subduksi inilah yang menyebabkan terjadinya gempa bumi, baik yang besar maupun kecil, secara teratur di wilayah ini.

Antisipasi dan Tindakan Lanjut
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memantau informasi terbaru mengenai gempa susulan, yang mungkin terjadi dalam beberapa jam atau hari setelah kejadian utama. Masyarakat diminta untuk menghindari area yang rawan kerusakan, terutama bangunan yang sudah tua atau tidak kuat terhadap getaran gempa.
Selain itu, pihak terkait juga menyarankan agar masyarakat mengetahui langkah-langkah evakuasi yang tepat, khususnya di daerah pesisir, meskipun gempa kali ini tidak berpotensi tsunami. Namun, waspada terhadap segala kemungkinan tetap menjadi prioritas.
Untuk saat ini, BMKG terus memantau dan melakukan analisis lebih lanjut terkait dampak dari gempa ini dan potensi ancaman yang mungkin muncul akibat gempa susulan.
Kesimpulan
Gempa berkekuatan magnitudo 5,9 yang mengguncang Pulau Enggano, Bengkulu, pada 27 Desember 2025, menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam, khususnya di wilayah yang rawan gempa. Meskipun gempa ini tidak berpotensi tsunami, dampak dari getaran kuat tetap dirasakan oleh warga setempat. Masyarakat diminta untuk tetap tenang, mengikuti arahan pihak berwenang, dan siap menghadapi kemungkinan gempa susulan.
Bagi warga yang tinggal di daerah-daerah rawan gempa, selalu waspada dan mengetahui langkah-langkah evakuasi darurat sangatlah penting untuk keselamatan diri dan keluarga. BMKG juga terus memantau situasi dan memberikan update secara berkala terkait perkembangan situasi gempa ini.
