
DOGE Ngegas Naik 3 Persen, Meski BTC & ETH Ambles
KATURI BUSINESS – Dogecoin (DOGE) mencuri perhatian pasar kripto dengan lonjakan lebih dari 3 persen dalam sesi perdagangan Asia pada Senin, tepat ketika Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) justru mengalami tekanan jual. Kenaikan ini muncul setelah kabar pembubaran D.O.G.E — yaitu Department of Government Efficiency, lembaga yang sempat identik dengan Elon Musk — sekaligus optimisme baru terhadap peluncuran DOGE Coin ETF.
Apa yang Menyebabkan Kenaikan DOGE?
Menurut data dari CoinDesk, DOGE diperdagangkan di kisaran US$ 0,145 saat lonjakan harga terjadi, melampaui performa Indeks CoinDesk 20 (CD20) dan Indeks Memecoin yang masing-masing naik hanya sekitar 0,6 persen.
Katalis utama kenaikan ini adalah optimisme peluncuran ETF (Exchange-Traded Fund) berbasis Dogecoin dari Grayscale, yang nantinya akan diperdagangkan dengan ticker GDOG di bursa NYSE Arca. Hadirnya ETF ini dinilai sebagai dorongan institusional langka bagi DOGE, terutama di tengah kondisi pasar yang rentan.
Selain itu, meski D.O.G.E — departemen efisiensi pemerintah terkait Elon Musk — resmi dibubarkan lebih awal, dampaknya terhadap sentimen DOGE terasa paradoksal. Pengumuman pembubaran ini tidak melemahkan semangat investor; justru DOGE mampu melonjak seakan “melihat ke depan”, bukan terjebak oleh berita lama.
Risiko & Tantangan Teknis
Meski lonjakan 3 persen ini cukup signifikan, tidak semua sinyal teknikal berada di zona aman. Menurut analisis dari CD Analytics via CoinDesk, level resistensi di US$ 0,1495 menjadi penghalang utama untuk pergerakan naik selanjutnya, sementara dukungan jangka pendek berada di US$ 0,144. Tekanan jual dari “whales” (pemegang besar) juga disebut sebagai risiko yang bisa menahan momentum rally jangka pendek.
Konteks BTC & ETH Melemah
Menariknya, reli DOGE terjadi di saat Bitcoin dan Ethereum justru melemah. Dalam satu minggu terakhir, BTC dan ETH masing-masing terpantau turun sekitar 9 persen dan 10 persen. Ini menunjukkan bahwa investor sedang berburu aset alternatif selain dua raksasa kripto tersebut, dan DOGE mendapat manfaat dari pergeseran perhatian tersebut.
Perspektif & Proyeksi
Sebagian analis melihat syarat institusional melalui ETF sebagai potensi katalis besar bagi Dogecoin. Permintaan institusional bisa menjadi penentu momentum jangka menengah jika ETF seperti GDOG berhasil menarik dana besar. Namun, keberhasilan ETF saja belum cukup — kebutuhan likuiditas, minat investor ritel, dan sentimen teknikal tetap krusial.
Di sisi lain, sejarah DOGE menunjukkan bahwa koin ini kerap merespons berita yang terkait dengan Elon Musk, baik melalui tweet ataupun inisiatif publik. Sekalipun departemen D.O.G.E telah dibubarkan, efek psikologis dari asosiasi nama masih terasa bagi komunitas dan pelaku pasar.
Kesimpulan
Kenaikan Dogecoin sebesar 3 persen pada saat BTC dan ETH melemah menunjukkan bahwa meskipun DOGE dikenal sebagai meme coin, ia masih memiliki daya tarik fundamental saat katalis institusional muncul. Peluncuran ETF seperti GDOG menjadi harapan besar bagi investor yang ingin eksposur DOGE secara lebih resmi. Namun, risiko teknikal dan fluktuasi pasar tetap perlu diwaspadai sebelum berharap rally jangka panjang.
