
KATURI NEWS – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut). Meski tidak menimbulkan korban meninggal maupun luka berat, gempa tersebut menyebabkan sebagian warga mengalami trauma dan kepanikan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa hingga laporan terakhir diterima, kondisi di wilayah terdampak secara umum sudah terkendali.
“Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun luka berat akibat gempa tersebut. Sebagian warga memang masih mengalami trauma, namun situasi secara umum sudah kondusif,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).
Gempa Kuat Guncang Wilayah Perbatasan
Gempa magnitudo 7,1 tersebut tergolong gempa kuat dan dirasakan cukup signifikan oleh masyarakat Kepulauan Talaud. Wilayah ini dikenal sebagai daerah rawan gempa karena berada di jalur pertemuan lempeng tektonik. Guncangan yang terjadi membuat warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri, terutama mereka yang berada di kawasan pesisir dan permukiman padat.
Meski kekuatan gempa cukup besar, BNPB menyatakan bahwa hingga kini tidak ditemukan laporan kerusakan parah pada infrastruktur vital maupun fasilitas umum. Tim di lapangan masih terus melakukan pendataan untuk memastikan kondisi bangunan, rumah warga, serta sarana pendukung lainnya.
Respons Cepat Pemerintah Daerah dan BNPB
BNPB bersama pemerintah daerah dan instansi terkait langsung bergerak cepat melakukan langkah-langkah penanganan pascagempa. Aparat setempat melakukan pemantauan situasi, pendataan warga terdampak, serta memberikan pendampingan psikososial kepada masyarakat yang mengalami trauma.
Menurut Abdul Muhari, koordinasi antara BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan relawan berjalan dengan baik. Hal ini menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan ketenangan masyarakat setelah kejadian gempa.
“Langkah utama yang kami lakukan adalah memastikan keselamatan warga, melakukan assessment awal, dan memberikan informasi yang benar agar masyarakat tidak panik,” ujarnya.
Trauma Warga Menjadi Perhatian
Meskipun tidak ada korban jiwa, BNPB menekankan bahwa trauma psikologis warga menjadi perhatian serius. Guncangan kuat yang terjadi secara tiba-tiba membuat sebagian warga, terutama anak-anak dan lansia, masih merasa cemas dan takut akan kemungkinan gempa susulan.
BNPB dan BPBD setempat berencana memberikan layanan dukungan psikososial guna membantu warga pulih secara mental. Pendekatan ini dinilai penting agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal dan tidak terus diliputi rasa takut.
Imbauan Kewaspadaan
BNPB mengimbau masyarakat di wilayah Kepulauan Talaud dan sekitarnya untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, meskipun kondisi saat ini sudah relatif kondusif. Warga juga diminta tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial.
“Masyarakat diharapkan tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BNPB, serta memahami langkah-langkah evakuasi mandiri jika terjadi gempa kembali,” kata Abdul Muhari.
Selain itu, BNPB mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan bencana, khususnya di wilayah rawan gempa. Edukasi mengenai jalur evakuasi, titik kumpul, dan prosedur keselamatan dinilai sangat penting untuk meminimalkan risiko jika bencana kembali terjadi.
Situasi Terkini Kondusif
Hingga Senin (12/1), situasi di Kepulauan Talaud dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat mulai berangsur normal, meski sebagian warga masih memilih untuk tetap waspada.
BNPB memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan bantuan tambahan jika diperlukan. Dengan tidak adanya korban jiwa, gempa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi bencana alam di wilayah rawan gempa seperti Sulawesi Utara.
