
KATURI NEWS – Pada Kamis, 25 Desember 2025, sebuah insiden mengejutkan terjadi di Tepi Barat yang diduduki, di mana seorang pria Palestina dilaporkan ditabrak oleh kendaraan militer Israel saat sedang melaksanakan salat. Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat antara Israel dan Palestina, dan rekaman video yang beredar menunjukkan detik-detik tragis tersebut.
Menurut laporan yang diterima oleh detikcom, seorang pria Palestina sedang melaksanakan ibadah salat ketika kendaraan militer Israel, yang dikendarai oleh seorang tentara cadangan, menabraknya. Militer Israel mengonfirmasi kejadian tersebut dalam sebuah pernyataan resmi, di mana mereka menyebutkan bahwa “individu bersenjata” yang terlibat adalah seorang tentara cadangan. Pihak militer Israel juga menyatakan bahwa kedinasan tentara tersebut telah dihentikan seiring dengan penyelidikan yang sedang berlangsung.
Fakta Kejadian
Berdasarkan informasi yang beredar, insiden ini terjadi pada saat ketegangan di kawasan Tepi Barat semakin memuncak. Pada saat itu, pria Palestina yang menjadi korban tengah melaksanakan salat di sebuah area terbuka, dan kejadian tersebut langsung menarik perhatian masyarakat setempat. Dalam rekaman video yang cepat menyebar di media sosial, tampak seorang pria yang sedang bersujud di atas tanah, sementara sebuah kendaraan militer Israel menghantamnya.
Meskipun kejadian ini langsung mendapatkan perhatian internasional, baik dari media maupun organisasi hak asasi manusia, pihak militer Israel berusaha untuk menjelaskan peristiwa tersebut. Mereka menyebutkan bahwa kejadian ini adalah akibat dari tindakan yang dilakukan oleh tentara cadangan yang tidak terkontrol. Mereka juga menegaskan bahwa tentara cadangan tersebut sudah dipecat dari dinas militer, meskipun penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan detail peristiwa tersebut.
Reaksi dari Dunia Internasional
Insiden ini menuai kecaman dari berbagai pihak, baik dari dalam Palestina maupun internasional. Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengecam keras tindakan tersebut dan meminta agar pihak Israel bertanggung jawab atas peristiwa yang dinilai sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Kejadian ini memperburuk situasi yang sudah tegang antara Israel dan Palestina, yang terus bergolak sejak beberapa dekade lalu.
Selain itu, banyak masyarakat internasional yang menyoroti tindakan kekerasan ini sebagai bagian dari pola yang lebih besar terkait dengan perlakuan terhadap warga Palestina. Beberapa laporan sebelumnya juga menunjukkan bahwa kekerasan yang dilakukan oleh militer Israel terhadap warga Palestina sering kali terjadi tanpa hukuman yang memadai.
Penyelidikan yang Sedang Berlangsung
Pihak berwenang Israel mengklaim bahwa penyelidikan internal sedang dilakukan terkait insiden ini. Namun, banyak pihak meragukan efektivitas penyelidikan ini, mengingat kasus-kasus serupa sebelumnya yang tidak menghasilkan tindakan yang memadai terhadap pelaku. Organisasi hak asasi manusia dan pemerintah Palestina menuntut agar ada transparansi dalam proses penyelidikan ini, serta agar tindakan tegas diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kesimpulan
Insiden penabrakan pria Palestina yang sedang salat oleh tentara cadangan Israel menambah daftar panjang ketegangan dan kekerasan yang terjadi di wilayah Tepi Barat. Meskipun militer Israel menyatakan bahwa tindakan tersebut di luar kendali, banyak pihak yang tetap mengecam keras peristiwa ini sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang serius. Ke depannya, diharapkan ada langkah konkret yang diambil untuk memastikan keadilan bagi korban dan untuk meredakan ketegangan yang semakin meningkat di kawasan tersebut.
