
KATURI HOT – Survei terbaru dari Gallup Global Safety Report 2025 menunjukkan hasil menggembirakan bagi Indonesia dalam hal persepsi keamanan. Menurut laporan ini, Indonesia termasuk dalam kategori “Very High Safety” dengan skor 89 dari 100 pada Law & Order Index. Skor tersebut menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara seperti Jerman, Portugal, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.
Metodologi Survei: Bagaimana Gallup Mengukur Keamanan
Gallup menggunakan empat indikator utama untuk menyusun Law & Order Index:
- Kepercayaan masyarakat terhadap polisi,
- Rasa aman berjalan sendirian pada malam hari,
- Pengalaman menjadi korban pencurian dalam 12 bulan terakhir,
- Pengalaman menjadi korban penyerangan fisik atau perampokan.
Survei ini dilakukan sepanjang Januari hingga Desember 2024 di 144 negara, dengan total 145.170 responden berusia 15 tahun ke atas. Metode pengumpulan data berupa wawancara tatap muka dan telepon, dengan minimal 1.000 responden per negara. Marginal error dilaporkan berkisar antara 3,3% hingga 5,4% pada tingkat kepercayaan 95%.
Hasil Utama: Indonesia di Mata Dunia
Hasil survei menunjukkan bahwa 83% warga Indonesia merasa aman berjalan sendirian di malam hari di lingkungan tempat tinggal mereka.
Sementara itu, skor keseluruhan pada Law & Order Index yang mencapai 89 menunjukkan persepsi keamanan publik yang sangat tinggi.
Uniknya, skor ini menempatkan Indonesia di atas sejumlah negara maju yang sering dianggap stabil secara sosial dan politik, seperti Jepang (78%), Amerika Serikat (71%), Australia (66%), Kanada (75%), dan Inggris (76%).
Perbandingan dengan Jerman dan Negara Lain
Dalam laporan Gallup, Jerman memiliki skor Law & Order Index sebesar 88, satu poin di bawah Indonesia.
Artinya, dari perspektif persepsi publik mengenai keamanan dan penegakan hukum, Indonesia berada di level yang sebanding dengan Jerman, yang selama ini dikenal sebagai negara maju dengan struktur pemerintahan stabil dan sistem institusi yang kuat.
Faktor di Balik Persepsi Keamanan Tinggi
1. Kepercayaan Publik terhadap Polri
Salah satu kunci utama hasil positif ini adalah meningkatnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Survei Litbang Kompas mencatat bahwa kepercayaan publik kepada Polri naik menjadi 76,2%.
Aspek ini penting karena salah satu indikator Gallup adalah kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum.
2. Rasa Aman dalam Kehidupan Sehari-hari
Sebanyak 83% warga merasa aman berjalan sendirian di malam hari, menurut Gallup.
Ini adalah sinyal kuat bahwa banyak masyarakat merasa lingkungan mereka relatif aman, meski di malam hari.
3. Rendahnya Tingkat Kejahatan Fisik dan Pencurian
Meskipun Gallup tidak menampilkan angka kejahatan mutlak seperti jumlah kasus kriminal, kombinasi persepsi rendahnya pengalaman menjadi korban pencurian dan penyerangan fisik ikut mendorong indeks keamanan tinggi.
Implikasi Positif untuk Indonesia
Meningkatnya Daya Tarik Investasi
Salah satu implikasi langsung dari persepsi keamanan tinggi adalah keberlanjutan iklim investasi. Media lokal menyoroti bahwa skor ini bisa menjadi sinyal positif bagi investor, karena stabilitas keamanan adalah salah satu faktor penentu dalam keputusan investasi asing.
Penguatan Legitimasi Institusi Keamanan
Tingginya indeks keamanan menunjukkan bahwa institusi penegak hukum—terutama Polri—mendapat kepercayaan publik. Hal ini bisa memperkuat legitimitas Polri sekaligus meningkatkan efektivitas kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan.
Peran dalam Target SDG 16
Gallup sendiri menyatakan bahwa Global Safety Report menjadi tolok ukur bagi kemajuan negara dalam pilar SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat).
Dengan skor tinggi, Indonesia menunjukkan kemajuan nyata dalam mewujudkan stabilitas sosial dan tata kelola yang baik.
Catatan Kritis dan Tantangan ke Depan
- Meskipun persepsi umum sangat positif, survei kepercayaan terhadap Polri (76,2%) masih menyisakan ruang improvement.
- Persepsi rasa aman malam hari mungkin bervariasi antar wilayah di Indonesia (kota besar vs pedesaan), tetapi laporan Gallup bersifat nasional dan agregat, sehingga mungkin tidak menangkap keragaman lokal secara detail.
- Persepsi keamanan sangat dipengaruhi oleh pengalaman individu; survei tidak selalu mencerminkan realitas kriminalitas absolut atau distribusi kejahatan.
Kesimpulan
Survei Gallup Global Safety Report 2025 menunjukkan bahwa Indonesia telah menorehkan skor keamanan publik yang sangat tinggi, dengan Law & Order Index mencapai 89. Hasil ini menempatkan Indonesia di klaster “Very High Safety”, sejajar dengan negara maju seperti Jerman.
Faktor-faktor seperti kepercayaan publik terhadap Polri, rasa aman di malam hari, dan rendahnya pengalaman kejahatan berkontribusi besar pada penilaian ini. Hasil positif ini tidak hanya memperkuat citra keamanan nasional, tetapi juga memberikan sinyal bagus bagi iklim investasi dan legitimasi institusi penegak hukum.
Meski demikian, Indonesia tetap menghadapi tantangan dalam memastikan persepsi keamanan yang tinggi ini tercermin secara merata di seluruh wilayah dan lapisan masyarakat. Untuk itu, kerja sama antara lembaga keamanan dan publik, serta kebijakan penegakan hukum yang terus ditingkatkan, menjadi kunci agar prestasi ini bisa dipertahankan dan dikembangkan lebih lanjut.
