
KATURI NEWS – Seiring diterapkannya libur semester ganjil pada Desember 2025 oleh sejumlah sekolah di berbagai daerah di Indonesia, masyarakat sempat mempertanyakan nasib program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini dinikmati siswa di sekolah. Program ini, yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN), menjadi salah satu program andalan pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah, terutama untuk kelompok penerima manfaat yang rentan.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa meskipun kegiatan belajar-mengajar dihentikan sementara karena libur semester, pelaksanaan MBG tidak berhenti. Ia menjelaskan bahwa program ini tetap berlangsung sebagaimana mestinya, karena fokusnya adalah pemenuhan kebutuhan gizi anak dan kelompok rentan meskipun sekolah sedang libur.
Menurut pernyataan resmi BGN, terdapat sejumlah alternatif mekanisme penyaluran MBG selama masa libur sekolah. Hal ini disiapkan untuk memastikan agar manfaat program tidak terputus dan tetap dapat diakses oleh siswa yang biasa menerima layanan ini.
Skema Penyaluran Saat Libur Sekolah
Beberapa media nasional dan pernyataan pejabat BGN menjabarkan bahwa ada dua opsi utama yang bisa dipilih oleh sekolah dalam penyaluran MBG selama liburan:
- Paket Distribusi Berkala
Siswa bisa menerima paket makanan untuk beberapa hari sekaligus. Misalnya, jatah makanan untuk enam hari bisa disalurkan dalam dua kali distribusi seminggu. Paket ini berupa kombinasi makanan siap santap dan bahan makanan bergizi seperti roti, telur, susu, dan buah. Siswa kemudian dapat mengonsumsinya sesuai kebutuhan selama libur. - Pengambilan Harian di Sekolah
Jika sekolah dan siswa setuju, paket makan bergizi tetap bisa diambil langsung oleh siswa secara harian dari lokasi sekolah. Pendekatan ini memberi fleksibilitas bagi siswa yang tetap berada di sekitar sekolah atau memiliki akses transportasi selama masa liburan.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menambahkan bahwa sekolah diberikan kebebasan memilih mekanisme yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing. Jika sekolah atau siswa tidak bersedia mengambil MBG setiap hari, mereka dapat memilih opsi distribusi paket mingguan.
Fokus pada Kelompok Penerima yang Rentan
BGN juga memastikan bahwa penyaluran kepada kelompok penerima prioritas, seperti siswa dari keluarga kurang mampu, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (kelompok 3B), tidak mengalami jeda layanan. Untuk kelompok ini, distribusi MBG tetap dilakukan secara teratur setiap hari kerja biasa, yaitu Senin hingga Sabtu, meskipun sekolah libur.
Hal ini menegaskan bahwa tujuan utama program adalah memastikan asupan gizi yang terukur dan berkelanjutan bagi mereka yang sangat membutuhkan, bukan semata sebagai fasilitas saat jam sekolah berlangsung.
Implementasi dan Kebijakan Penunjang
Secara umum, pelaksanaan MBG selama masa liburan ini sudah diatur melalui pedoman teknis dari BGN yang mengatur prosedur distribusi, pengemasan makanan, serta edukasi gizi kepada siswa dan orang tua. BGN juga memastikan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah tetap menjalankan standar yang ditetapkan dalam penyediaan MBG, meskipun dalam masa libur sekolah.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah lewat BGN untuk menjaga keberlanjutan program MBG sebagai salah satu upaya strategis nasional dalam meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia, terutama pada fase penting pertumbuhan.
