
KATURI SPORT – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengimbau seluruh pendukung sepak bola, khususnya suporter Persija Jakarta dan Persib Bandung, untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan menjelang pertandingan kedua tim yang dijadwalkan berlangsung di Bandung pada 11 Januari 2026. Imbauan tersebut disampaikan menyusul tingginya tensi rivalitas antara dua klub besar Tanah Air yang kerap menyedot perhatian publik.
Pramono menekankan bahwa aspek keamanan harus menjadi prioritas utama agar pertandingan dapat berlangsung dengan aman dan kondusif, baik bagi pemain, ofisial, maupun suporter. Ia mengingatkan agar tidak terjadi bentrokan dalam bentuk apa pun yang dapat mencederai semangat sportivitas sepak bola nasional.
“Yang paling penting adalah keamanan dan kenyamanan, dan juga jangan terjadi bentrokan atau apa pun,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (8/1),
Rivalitas Panjang yang Perlu Dikelola Secara Dewasa
Pertandingan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta dikenal sebagai salah satu laga paling bergengsi dan panas di kancah sepak bola Indonesia. Rivalitas yang telah berlangsung selama puluhan tahun sering kali memicu antusiasme besar dari para pendukung, namun di sisi lain juga berpotensi menimbulkan gesekan jika tidak dikelola dengan baik.
Gubernur Pramono menyadari besarnya kecintaan suporter terhadap klub masing-masing, namun ia mengingatkan bahwa kecintaan tersebut harus diwujudkan secara positif dan tidak melanggar hukum. Menurutnya, sepak bola seharusnya menjadi sarana pemersatu masyarakat, bukan sebaliknya.
Ia juga mengajak para tokoh suporter dan komunitas pendukung untuk ikut berperan aktif menjaga suasana damai sebelum, saat, dan setelah pertandingan berlangsung. Peran suporter dinilai sangat penting dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang aman dan nyaman.
Koordinasi Keamanan Antarwilayah
Terkait pelaksanaan laga di Bandung, Pramono menyebutkan bahwa koordinasi antarpemerintah daerah dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam mengantisipasi potensi gangguan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata dia, siap berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta pihak kepolisian untuk memastikan pergerakan suporter berjalan tertib.
Pengalaman pada laga-laga sebelumnya menunjukkan bahwa pengamanan tidak hanya difokuskan di stadion, tetapi juga di jalur transportasi, titik keberangkatan, hingga lokasi-lokasi publik yang menjadi tempat berkumpul suporter. Oleh karena itu, kerja sama lintas daerah menjadi sangat penting.
Menjaga Citra Sepak Bola Indonesia
Pramono juga menyinggung pentingnya menjaga citra sepak bola Indonesia di mata publik nasional maupun internasional. Ia berharap laga besar seperti Persib versus Persija dapat menjadi contoh pertandingan yang berlangsung dengan penuh sportivitas, semangat persaudaraan, dan tanpa kekerasan.
“Sepak bola adalah hiburan rakyat dan kebanggaan bersama. Jangan sampai dinodai oleh tindakan yang merugikan semua pihak,” ujar Pramono menambahkan.
Ia optimistis bahwa dengan kesadaran bersama dan komitmen dari semua pihak, pertandingan Persib melawan Persija pada 11 Januari 2026 dapat berlangsung lancar, aman, dan menjadi tontonan yang berkualitas bagi para pecinta sepak bola Indonesia.
Penutup
Imbauan Gubernur DKI Jakarta ini menjadi pengingat bahwa rivalitas dalam olahraga harus dijalani secara dewasa dan bertanggung jawab. Dukungan yang positif dari suporter diharapkan mampu menciptakan suasana pertandingan yang aman, nyaman, serta mencerminkan kemajuan sepak bola nasional yang semakin profesional dan beradab.
