
KATURI SPORT – Persib Bandung kembali gagal meraih tiga poin di lanjutan BRI Super League 2025/2026 setelah hanya mampu bermain imbang 1–1 saat bertandang ke markas Persik Kediri. Pertandingan yang digelar pada Senin malam (5/1/2026) di Stadion Brawijaya, Kediri, menyisakan kekecewaan di kubu Maung Bandung—terutama terhadap keputusan wasit yang dinilai merugikan tim tamu.
Laga berjalan ketat sejak kick-off. Kedua tim saling serang dan menunjukkan intensitas tinggi, meski skor tetap imbang tanpa gol hingga babak pertama berakhir. Persib sempat kesulitan menembus lini pertahanan tuan rumah, sementara peluang dari kubu Persik juga bisa digagalkan dengan solid oleh barisan belakang Maung Bandung.
Gol Persib Terlahir dari Saddil Ramdani
Pada babak kedua, Persib berhasil memecah kebuntuan melalui gol Saddil Ramdani pada menit ke-68. Pemain sayap Persib itu memaksimalkan umpan silang dari rekan setimnya dan menyontek bola ke dalam gawang untuk membawa timnya unggul. Gol tersebut memantik harapan bagi Persib untuk membawa pulang tiga poin penting dari laga tandang ini.
Namun kebahagiaan Persib hanya bertahan sementara. Saddil Ramdani kemudian menerima kartu kuning kedua dan diusir wasit Muhammad Tri Santoso, yang membuat Persib harus bermain dengan 10 pemain di 10 menit akhir pertandingan. Keputusan tersebut muncul setelah tekel dari belakang yang dilakukan Saddil terhadap pemain Persik, dan wasit langsung menghadiahinya kartu kuning kedua.
Gol Balasan Persik di Masa Tambahan Waktu
Memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, Persik terus menggempur pertahanan Persib. Tekanan intens dari tuan rumah akhirnya berbuah hasil pada menit 90+5, ketika Muhammad Firly memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti dan berhasil menyamakan skor menjadi 1–1. Gol ini memaksa kedua tim berbagi poin.
Hasil imbang ini membuat Persib gagal mempertahankan posisinya di puncak klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Persib kini berada di posisi ketiga dengan koleksi poin 35, sama dengan Persija Jakarta, namun tertinggal selisih gol dari rivalnya itu. Borneo FC sementara menguasai puncak klasemen usai meraih kemenangan di pertandingan lain.
Reaksi Bojan Hodak dan Kritik Kepemimpinan Wasit
Usai laga, pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan wasit yang dinilai mempengaruhi jalannya pertandingan. Hodak secara terbuka mengkritik kepemimpinan wasit Muhammad Tri Santoso, dan menyampaikan bahwa pihaknya akan mengirim surat protes resmi kepada federasi sebagai bentuk keberatan atas keputusan wasit selama pertandingan.
“Saya kecewa dengan wasit. Kami akan mengirim surat protes. Saya tidak bisa bicara banyak karena nanti potong gaji (denda), jadi saya tidak mau itu.” ujar Hodak dalam konferensi pers setelah pertandingan. Komentar ini mencerminkan rasa frustrasi pelatih asal Kroasia tersebut terhadap beberapa keputusan wasit yang dianggapnya merugikan timnya.
Hodak juga menyoroti situasi ketika Persib harus bermain dengan 10 pemain, yang ia yakini menjadi titik balik momentum pertandingan. Meski tidak mengulas secara rinci keputusan wasit yang lain, komentarnya cukup tegas menunjukkan ketidakpuasan terhadap bagaimana pertandingan dikelola oleh pengadil lapangan.
Dampak Laga dan Target Ke Depan
Kekecewaan tidak hanya datang dari pelatih. Beberapa pemain Persib juga menyatakan bahwa satu poin bukanlah target yang diinginkan, terutama karena Persib sempat unggul lebih dulu dan tampil dengan dominasi pada sebagian besar laga. Mereka melihat seharusnya tim bisa membawa pulang kemenangan, terutama menjelang pertandingan besar berikutnya melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Meski demikian, Persib tetap menunjukkan karakter juang yang kuat di laga tandang ini. Bermain dengan 10 pemain di sisa waktu, mereka berusaha menjaga ritme permainan dan terus mencoba mencetak gol kemenangan, meskipun tidak berhasil.
Kesimpulan
Hasil imbang 1–1 antara Persib Bandung dan Persik Kediri menjadi momen penuh drama di pekan ke-16 Super League. Gol Saddil Ramdani yang membawa Persib unggul sempat memberi harapan tiga poin, namun kartu kuning kedua dan gol balasan Persik di masa tambahan waktu memupus peluang tersebut. Reaksi tajam pelatih Bojan Hodak terhadap kepemimpinan wasit menambah warna tersendiri dalam analisis pertandingan ini. Ke depan, Persib akan berusaha bangkit dan fokus pada pertandingan berikutnya untuk kembali ke jalur kemenangan.
