
Bareskrim Bongkar Jaringan “Vape Zombie” di Jakarta Utara, Mengandung Zat Etomidate yang Berbahaya
KATURI HOT – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim Polri kembali mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika dalam bentuk baru yang meresahkan masyarakat. Kali ini, aparat membongkar jaringan peredaran vape mengandung etomidate, zat kimia berbahaya yang di beberapa negara Asia Tenggara dikenal dengan sebutan “Vape Zombie.”
Kasus terbaru ini terungkap di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, wilayah yang dikenal sebagai salah satu pusat gaya hidup modern di Ibu Kota. Pengungkapan tersebut sekaligus menjadi peringatan bahwa bentuk-bentuk baru penyalahgunaan narkoba kini semakin canggih dan sulit dideteksi secara kasatmata.
Kronologi Pengungkapan
Pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya penjualan liquid vape dengan efek tidak wajar. Para pengguna disebut mengalami halusinasi, tubuh lemas, dan kehilangan kesadaran sesaat setelah mengisap cairan tersebut. Laporan ini kemudian ditindaklanjuti oleh tim investigasi Dittipid Narkoba.
Setelah melakukan penyelidikan, polisi menggerebek sebuah ruko di kawasan PIK yang digunakan sebagai tempat penyimpanan dan pengemasan liquid vape. Dari lokasi itu, petugas menyita ratusan botol cairan vape, alat pengemas, serta bahan kimia yang diduga menjadi campuran ilegal.
Setelah dilakukan uji laboratorium, diketahui bahwa cairan tersebut mengandung etomidate, zat anestesi yang biasa digunakan dalam dunia medis untuk menidurkan pasien sebelum operasi. Penggunaan zat ini di luar pengawasan medis dapat menyebabkan efek berbahaya, termasuk kehilangan kesadaran, gangguan sistem saraf, bahkan risiko kematian.
Apa Itu Etomidate dan Mengapa Disebut “Vape Zombie”?
Etomidate sejatinya merupakan obat bius singkat yang bekerja dengan cara menekan sistem saraf pusat. Dalam dunia medis, zat ini hanya digunakan di rumah sakit dan diberikan oleh dokter anestesi dengan dosis yang sangat terukur.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, zat ini mulai disalahgunakan dengan cara dicampur ke dalam cairan vape atau rokok elektrik. Efeknya, pengguna mengalami sensasi seperti “melayang” dan kehilangan kontrol atas tubuh. Beberapa pengguna yang terekam di media sosial bahkan tampak seperti “zombie” — berjalan sempoyongan, kehilangan kesadaran, atau menatap kosong tanpa ekspresi. Karena itulah istilah “Vape Zombie” muncul di publik.
Bagi tubuh manusia, etomidate bisa menimbulkan efek samping serius, seperti:
- Penurunan tekanan darah secara drastis,
- Gangguan pernapasan,
- Kehilangan kesadaran mendadak,
- Kejang dan disorientasi,
- Risiko overdosis hingga kematian.
Bahaya ini diperparah karena pengguna sering tidak mengetahui bahwa liquid yang mereka beli sudah dicampur zat berbahaya. Produk tersebut dijual bebas secara daring atau di toko vape, dengan kemasan dan aroma yang tampak normal.
Jaringan Peredaran yang Tersusun Rapi
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa jaringan ini bukanlah pemain tunggal. Mereka beroperasi secara terstruktur, mulai dari produsen cairan, pengedar, hingga pengecer yang memasarkan produk melalui media sosial dan toko daring.
Para pelaku diduga memanfaatkan tren vaping di kalangan anak muda sebagai sasaran utama. Dengan kemasan yang menarik dan aroma populer seperti “bubblegum”, “tropical punch”, atau “ice mint”, produk mereka mampu menembus pasar dengan cepat.
Selain di Jakarta, jaringan ini juga disebut beroperasi di beberapa kota besar lain seperti Bandung dan Surabaya. Modus operandi mereka adalah mencampurkan etomidate dalam jumlah kecil agar tidak mudah terdeteksi, lalu menjualnya dengan harga premium sebagai “vape dengan sensasi berbeda.”
Langkah Tegas Aparat Penegak Hukum
Kepolisian menegaskan bahwa kasus ini akan diusut hingga ke akar-akarnya. Beberapa pelaku yang diamankan kini berstatus tersangka dan dijerat dengan pasal berlapis, termasuk Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-Undang Kesehatan.
Bareskrim juga bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menelusuri jalur distribusi bahan kimia etomidate di Indonesia. Dugaan sementara menunjukkan adanya pasokan ilegal yang masuk dari luar negeri melalui jalur perdagangan online.
Selain itu, Polri berencana melakukan razia besar-besaran di toko vape dan gudang distribusi di berbagai wilayah. Pemeriksaan mendalam terhadap liquid vape impor maupun lokal akan dilakukan secara rutin untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Bahaya yang Mengintai Generasi Muda
Tren vape yang awalnya dianggap lebih “aman” daripada rokok konvensional kini justru menjadi ladang baru penyalahgunaan zat berbahaya. Banyak pengguna remaja dan mahasiswa yang tergoda mencobanya tanpa memahami risiko yang mengintai.
Fenomena “Vape Zombie” menjadi alarm keras bahwa penyalahgunaan narkotika tidak selalu datang dalam bentuk pil atau serbuk. Kini, ia bisa hadir dalam bentuk cairan beraroma buah yang tampak tidak berbahaya.
Pakar kesehatan menekankan pentingnya edukasi publik, terutama kepada generasi muda, agar tidak mudah tergoda mencoba produk-produk yang tidak jelas kandungannya. Pemerintah pun didorong untuk memperketat pengawasan impor bahan kimia yang berpotensi disalahgunakan.
Penutup
Pengungkapan kasus vape etomidate di PIK menjadi bukti bahwa peredaran narkoba terus berevolusi mengikuti tren gaya hidup masyarakat. Bentuknya semakin modern, penyamarannya semakin halus, tetapi dampaknya tetap mematikan.
Langkah cepat Bareskrim Polri dalam membongkar jaringan ini patut diapresiasi, namun tantangan sesungguhnya adalah mencegah agar fenomena serupa tidak terulang. Kolaborasi antara penegak hukum, lembaga kesehatan, dunia pendidikan, dan masyarakat luas menjadi kunci utama untuk menutup celah peredaran “Vape Zombie” di Indonesia.
