
KATURI NEWS – Kasus pembunuhan yang menewaskan E, anak dari seorang politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menggemparkan warga Kota Cilegon, Banten. Peristiwa tragis tersebut terjadi di rumah korban yang berada di Komplek Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Cilegon. Aparat kepolisian memastikan bahwa pelaku telah berhasil ditangkap dan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Peristiwa pembunuhan itu diketahui terjadi di dalam rumah korban. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan sejumlah luka akibat kekerasan menggunakan senjata tajam. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim kepolisian.
Kapolres setempat menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, aparat bergerak cepat melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian. Dari hasil penyelidikan awal, identitas pelaku berhasil diketahui sehingga penangkapan dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat.
“Pelaku sudah kami amankan dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan untuk mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian,” ujar perwakilan kepolisian dalam keterangan resminya.
Penangkapan pelaku disambut lega oleh pihak keluarga korban dan masyarakat sekitar. Warga di Komplek Bukit Baja Sejahtera III mengaku terkejut dan berduka atas peristiwa tersebut, mengingat lingkungan tersebut dikenal sebagai kawasan permukiman yang relatif tenang.
Jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan forensik guna memastikan penyebab kematian secara medis. Hasil pemeriksaan ini akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan dan penetapan pasal yang akan dikenakan kepada pelaku.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani secara profesional dan transparan. Pelaku terancam dijerat dengan pasal pidana berat terkait tindak pembunuhan sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Sementara itu, aparat mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi atau informasi yang belum terverifikasi. Kepolisian meminta publik mempercayakan sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan.
Kasus ini menjadi perhatian luas karena melibatkan keluarga tokoh politik, namun polisi menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan tanpa pandang bulu, sesuai dengan hukum yang berlaku.
