
KATURI SPORT – Manchester United kembali dikabarkan akan menjadi salah satu klub paling aktif pada bursa transfer musim panas 2026. Setelah melakukan pembenahan besar di sektor penjaga gawang dan lini serang pada musim panas 2025, kini perhatian manajemen Setan Merah beralih ke lini tengah. Sektor ini dinilai membutuhkan perombakan menyeluruh demi menjaga daya saing klub di level tertinggi.
Rencana perombakan tersebut tidak lepas dari kepastian hengkangnya Casemiro pada akhir musim 2025/2026. Gelandang asal Brasil itu dipastikan akan mengakhiri kiprahnya di Old Trafford setelah beberapa musim menjadi andalan di sektor tengah. Faktor usia dan kebutuhan regenerasi membuat manajemen MU memilih untuk memulai era baru di lini gelandang.
Kepergian Casemiro meninggalkan lubang besar, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari segi kepemimpinan dan pengalaman. Oleh karena itu, Manchester United dilaporkan tidak ingin setengah-setengah dalam mencari pengganti. Klub berencana mendatangkan dua gelandang top sekaligus untuk membangun fondasi baru yang lebih solid dan berjangka panjang.
Langkah ini sejalan dengan visi jangka menengah MU yang ingin kembali konsisten bersaing dalam perebutan gelar domestik maupun Eropa. Manajemen menilai bahwa lini tengah merupakan jantung permainan, sehingga kualitas dan keseimbangannya akan sangat menentukan performa tim secara keseluruhan.
Pada musim-musim sebelumnya, MU kerap mendapat kritik karena kurangnya stabilitas di lini tengah. Meski memiliki sejumlah pemain dengan kualitas individu mumpuni, konsistensi permainan kerap menjadi masalah, terutama saat menghadapi lawan-lawan besar atau jadwal padat. Hal inilah yang mendorong klub untuk melakukan pembaruan lebih menyeluruh ketimbang sekadar tambal sulam.
Dua gelandang yang masuk dalam radar Manchester United disebut memiliki profil berbeda namun saling melengkapi. Satu pemain diproyeksikan sebagai gelandang bertahan modern yang kuat dalam duel, disiplin secara taktik, serta mampu menjadi pelindung lini belakang. Sementara satu lainnya diharapkan berperan sebagai pengatur tempo permainan, memiliki visi, serta kreativitas untuk mengalirkan bola dari tengah ke lini serang.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa MU tidak hanya mencari pengganti Casemiro secara langsung, tetapi juga ingin meningkatkan kualitas permainan secara kolektif. Kombinasi gelandang dengan karakter defensif dan kreatif diharapkan mampu menciptakan keseimbangan yang selama ini dicari oleh tim pelatih.
Dari sisi finansial, Manchester United diyakini siap mengucurkan dana besar untuk merealisasikan rencana tersebut. Setelah melakukan investasi signifikan pada musim panas sebelumnya, klub masih memiliki ruang dalam struktur keuangan untuk kembali berbelanja, terlebih jika ditopang oleh penjualan pemain dan keberhasilan di kompetisi Eropa.
Selain itu, proyek jangka panjang yang ditawarkan MU menjadi nilai jual tersendiri bagi calon pemain incaran. Kesempatan menjadi bagian dari kebangkitan klub legendaris Inggris disebut menjadi daya tarik utama, terutama bagi pemain yang ingin berperan sentral dalam pembangunan tim.
Meski demikian, persaingan untuk mendapatkan tanda tangan gelandang top dipastikan tidak mudah. Sejumlah klub elite Eropa juga diprediksi akan aktif di bursa transfer musim panas 2026. Karena itu, Manchester United dituntut bergerak cepat dan cermat agar tidak kalah bersaing.
Jika rencana ini berjalan sesuai harapan, musim panas 2026 bisa menjadi titik balik penting bagi Manchester United. Dengan lini tengah yang direformasi secara menyeluruh, Setan Merah berharap mampu tampil lebih stabil, kompetitif, dan kembali menjadi kekuatan yang disegani di kancah sepak bola Eropa.
