
KATURI SPORT – Fase grup Liga Europa musim 2025/2026 resmi berakhir setelah seluruh pertandingan matchday kedelapan digelar secara serentak pada Jumat (30/1/2026) dini hari WIB. Rangkaian laga penutup tersebut menjadi penentu nasib puluhan klub yang bersaing untuk mengamankan tiket ke babak gugur, baik melalui jalur langsung maupun lewat playoff. Dari hasil keseluruhan fase grup, delapan klub berhasil memastikan diri lolos langsung ke babak 16 besar.
Dua di antaranya adalah Lyon dan Aston Villa yang tampil konsisten sejak awal kompetisi. Kedua tim tersebut bahkan telah mengamankan kelolosan lebih cepat sebelum matchday terakhir dimainkan. Oleh karena itu, laga penutup fase grup bagi Lyon dan Aston Villa lebih berfokus pada persaingan untuk menentukan siapa yang berhak finis di posisi puncak klasemen grup masing-masing.
Sepanjang fase grup, Lyon menunjukkan kestabilan permainan dengan memadukan pengalaman pemain senior dan energi pemain muda. Klub asal Prancis tersebut mampu menjaga konsistensi hasil, baik saat bermain di kandang maupun tandang. Sementara itu, Aston Villa tampil impresif sebagai wakil Inggris dengan pendekatan permainan agresif dan organisasi tim yang solid, membuat mereka menjadi salah satu tim paling menonjol di fase grup musim ini.
Selain Lyon dan Aston Villa, enam klub lainnya juga berhasil mengamankan posisi di delapan besar klasemen fase grup Liga Europa. Kepastian tersebut baru ditentukan setelah pertandingan matchday kedelapan, mengingat ketatnya persaingan di papan atas. Beberapa grup bahkan harus menunggu hingga peluit akhir laga terakhir untuk memastikan siapa yang lolos langsung dan siapa yang harus menjalani jalur playoff.
Hasil matchday terakhir menjadi momen krusial bagi banyak tim. Klub-klub yang berada di posisi menengah klasemen harus bertarung habis-habisan demi menghindari playoff, sementara tim lain berjuang setidaknya untuk tetap berada di peringkat 24 besar agar masih memiliki peluang melaju ke fase berikutnya. Situasi ini membuat pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi dan penuh drama.
Delapan tim yang finis di posisi teratas klasemen fase grup berhak lolos langsung ke babak 16 besar tanpa harus melewati playoff. Selain keuntungan dari segi fisik karena memiliki waktu istirahat lebih panjang, status tersebut juga memberi keuntungan strategis. Mereka akan berstatus sebagai unggulan dalam undian babak gugur, sehingga terhindar dari pertemuan dengan sesama tim unggulan di fase awal knockout.
Sementara itu, klub yang finis di peringkat sembilan hingga 24 masih harus berjuang melalui babak playoff. Babak ini akan dimainkan dalam format dua leg, kandang dan tandang, untuk memperebutkan delapan tiket tersisa ke babak 16 besar. Jalur ini tentu lebih menantang karena margin kesalahan semakin kecil dan tekanan kompetisi semakin tinggi.
Format ini menuntut konsistensi serta kedalaman skuad yang baik. Tim-tim yang harus menjalani playoff tidak hanya dituntut tampil maksimal secara teknis, tetapi juga mampu mengelola kebugaran pemain di tengah jadwal padat kompetisi domestik. Banyak pelatih menilai babak playoff sebagai fase yang berisiko, karena satu hasil buruk saja dapat mengakhiri perjalanan di Eropa.
Dengan berakhirnya fase grup, peta kekuatan Liga Europa musim ini mulai terlihat jelas. Kehadiran klub-klub mapan Eropa yang harus melalui jalur playoff berpotensi menghadirkan duel menarik di fase gugur. Di sisi lain, delapan tim yang lolos langsung memiliki peluang besar untuk melangkah lebih jauh, meski tantangan berat tetap menanti.
Liga Europa 2025/2026 kini memasuki fase yang semakin kompetitif. Babak gugur diprediksi akan menyajikan pertandingan-pertandingan berkualitas tinggi, dengan intensitas dan gengsi yang tidak kalah dari Liga Champions. Para penggemar sepak bola pun menantikan undian babak knockout yang akan menentukan arah perjalanan klub favorit mereka di kompetisi Eropa musim ini.
