
KATURI SPORT – Klub asal Indonesia, Dewa United, semakin memperkokoh langkahnya di ajang kontinental. Pada matchday kedua Grup E AFC Challenge League 2025-26 yang digelar di markas mereka, Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (29/10) malam, Dewa United tampil gemilang dengan meraih kemenangan signifikan.
Hasil ini membuat tim yang dijuluki “Banten Warriors” menguasai puncak klasemen sementara Grup E, dan membuka peluang besar untuk melaju ke fase gugur.
Latar Belakang Tururnya
Sebelum pertandingan ini, Dewa United memang belum membuka kampanye mereka dengan kemenangan. Pada laga perdana Grup E melawan Phnom Penh Crown dari Kamboja, mereka hanya bermain imbang 1-1.
Sedangkan lawan dalam matchday ini, Tainan City asal Taiwan, telah meraih kemenangan pada laga pembuka (mengalahkan Shan United dari Myanmar 2-1).
Dengan demikian, pertandingan Dewa United vs Tainan City menjadi momen krusial: kemenangan akan membawa mereka ke posisi unggul, sedangkan kegagalan bisa membuat peluang lolos menjadi lebih sulit.
Pertandingan dan Performanya
Dalam laga matchday dua tersebut, Dewa United tampil dengan karakter menyerang dan efektif dalam memanfaatkan peluang. Tercatat pemain seperti Alexis Messidoro berhasil mencetak gol cepat di menit ke-7 dan menit ke-28, kemudian Egy Maulana Vikri menambah gol di menit ke-38, dan kemudian Privat Mbarga mencatatkan satu gol lagi di menit ke-57.
Kemenangan ini membawa skor akhir yang meyakinkan bagi Dewa United di laga kandang. Dengan hasil itu, mereka naik ke posisi puncak klasemen Grup E dengan empat poin dari dua pertandingan (asumsi 3 poin untuk kemenangan di matchday ini + 1 poin hasil imbang sebelumnya).
Implikasi Klasemen dan Peluang Lolos
Dengan empat poin di tangan dan satu pertandingan lagi dalam fase grup tersisa, Dewa United kini berada di posisi yang strategis untuk lolos ke fase gugur. Format grup yang berlaku (dalam wilayah Timur Grup E) menetapkan bahwa juara dan runner-up grup akan melaju ke babak selanjutnya.
Kemenangan atas Tainan City ini sekaligus memberikan efek psikologis positif – tidak hanya bagi pemain, tetapi juga bagi suporter dan stakeholder klub – bahwa Dewa United mampu bersaing di level Asia. Di sisi lain, hasil ini juga menjadi tamparan bagi Tainan City yang sebelumnya unggul di klasemen dan dipercaya memiliki momentum.
Faktor Kunci di Balik Kemenangan
Beberapa faktor yang tampak menentukan dalam pertandingan tersebut antara lain:
- Kecepatan dan presisi dalam mencetak gol awal (gol di menit ke-7) yang memberikan keunggulan dini dan memaksa lawan bermain mengejar.
- Pemanfaatan lini tengah dan sayap untuk mendukung penyerang – misalnya Egy Maulana Vikri yang menjadi titik tumpu kreativitas.
- Soliditas pertahanan dan pengelolaan permainan setelah unggul, sehingga lawan tidak cepat bangkit.
- Keunggulan mental sebagai tuan rumah di Indomilk Arena, yang memberikan energi tambahan bagi tim.
- Manajemen rotasi dan taktik dari pelatih Jan Olde Riekerink yang berhasil membaca situasi grup dan menyiapkan tim agar tak membuang poin penting.
Tantangan yang Masih di Depan
Meski momentum sangat positif, Dewa United tetap harus waspada terhadap sejumlah faktor yang bisa menghambat perjalanan mereka:
- Kekuatan lawan yang belum tersingkir: Tim-tim seperti Phnom Penh Crown masih memiliki motivasi tinggi dan bisa bangkit kapan saja.
- Tekanan untuk mempertahankan performa di laga berikutnya – kejadian di laga pembuka yang hanya imbang bisa jadi peringatan bahwa tim belum bisa lengah.
- Fakta bahwa format secara single round-robin (setiap tim hanya satu kali bertemu) memberi sedikit margin kesalahan: sekali kalah atau seri bisa membuat posisi berubah cepat.
- Tuntutan dari publik Indonesia yang berharap klub ini membawa nama baik bangsa di kancah Asia – beban ekspektasi bisa mempengaruhi performa jika tidak dikelola dengan baik.
Kesimpulan
Kemenangan meyakinkan atas Tainan City menjadikan Dewa United sebagai pemuncak sementara Grup E dengan peluang terbuka lebar untuk melaju ke fase gugur AFC Challenge League 2025-26. Penguasaan pertandingan, pemanfaatan momen, dan kesiapan mental tim terbukti menjadi kunci. Namun, perjalanan belum usai — tim asuhan Jan Olde Riekerink harus menjaga konsistensi dan tetap fokus agar mimpi besar melaju ke babak berikutnya tidak hanya jadi harapan semata.
Bagi publik Indonesia, hasil ini tentu menyuntikkan optimisme bahwa klub tanah air mampu bersaing di level Asia. Namun catatan penting tetap ada: bahwa kompetisi antarklub Asia menuntut kualitas, kedisiplinan, dan mental juang yang tak boleh kendor.
