
KATURI NEWS – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak bencana di Provinsi Sumatra Utara (Sumut) akan kembali berjalan mulai Senin, 5 Januari 2026. Kepastian tersebut menjadi kabar penting bagi dunia pendidikan di daerah terdampak, mengingat proses pembelajaran sempat terhenti akibat bencana yang melanda sejumlah kabupaten dan kota.
Berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, tercatat sebanyak 1.215 sekolah terdampak bencana alam. Dari jumlah tersebut, 1.157 sekolah atau sekitar 95,23 persen dinyatakan siap untuk kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara bertahap. Hal ini disampaikan Abdul Mu’ti dalam keterangan resmi yang dirilis pada Minggu, 4 Januari 2026.
“Terkait dengan musibah yang terjadi di Sumatra Utara, jumlah sekolah terdampak ada 1.215. Yang siap beroperasi untuk kegiatan belajar mengajar pada 5 Januari nanti sebanyak 1.157 sekolah,” ujar Abdul Mu’ti. Ia menegaskan bahwa kesiapan tersebut mencakup aspek keselamatan peserta didik, tenaga pendidik, serta kondisi sarana dan prasarana sekolah.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah melakukan langkah cepat sejak awal terjadinya bencana. Pendataan kerusakan sekolah, pembersihan lingkungan pendidikan, serta penilaian kelayakan bangunan menjadi prioritas utama agar proses belajar dapat kembali berlangsung tanpa mengabaikan faktor keamanan. Sekolah-sekolah yang dinyatakan siap telah melalui pemeriksaan dan dinilai aman untuk digunakan.
Sementara itu, untuk sekitar 58 sekolah yang belum dapat beroperasi, pemerintah menyiapkan berbagai alternatif pembelajaran. Opsi tersebut antara lain pemanfaatan sekolah terdekat yang tidak terdampak, pengaturan jadwal belajar bergantian, serta penggunaan ruang belajar sementara. Langkah ini diambil agar hak peserta didik untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi meskipun kondisi belum sepenuhnya pulih.
Mendikdasmen juga menyampaikan apresiasi kepada para guru, kepala sekolah, serta tenaga kependidikan yang tetap menunjukkan dedikasi tinggi di tengah situasi sulit. Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian berbagai pihak, termasuk masyarakat dan relawan, sangat membantu percepatan pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak.
Selain memastikan keberlangsungan pembelajaran, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah turut memberikan perhatian pada kondisi psikologis peserta didik. Abdul Mu’ti menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dan fleksibel dalam proses belajar, mengingat sebagian siswa mungkin masih mengalami dampak psikologis pascabencana. Guru diimbau untuk mengedepankan pemulihan semangat belajar dan tidak langsung membebani siswa dengan tuntutan akademik yang berat.
Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus memantau kondisi sekolah-sekolah terdampak serta mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi bagi bangunan yang mengalami kerusakan berat. Abdul Mu’ti berharap, dengan kembalinya kegiatan belajar mengajar di sebagian besar sekolah, aktivitas pendidikan di Sumatra Utara dapat kembali berjalan normal secara bertahap dan berkelanjutan.
Dengan kesiapan lebih dari 95 persen sekolah, langkah ini diharapkan mampu meminimalkan dampak jangka panjang bencana terhadap dunia pendidikan serta memastikan peserta didik tetap mendapatkan layanan pendidikan yang layak.
