
Pernyataan Infantino dan Kontroversi Netralitas
KATURI NEWS – Gianni Infantino baru‐baru ini membuat pernyataan publik yang cukup mengejutkan di panggung internasional. Dalam forum bisnis di Miami, Amerika Serikat, ia menyebut bahwa hubungannya dengan Donald Trump sangat baik, bahkan mengatakan: “Kami punya hubungan yang hebat. Saya sungguh beruntung, punya hubungan yang hebat dengan Presiden Trump … dia sangat membantu kami untuk segalanya dalam mengerjakan Piala Dunia.” Pernyataan itu mengundang perhatian karena nama Trump adalah figur politik yang sangat polarizing di AS dan global.
Pernyataan semacam ini kemudian menimbulkan tanya besar: apakah posisi presiden FIFA dapat menjalin dukungan atau kedekatan politik terbuka seperti itu? Apakah hal tersebut melanggar prinsip netralitas organisasi olahraga dunia?
Aturan Netralitas dan Relevansinya untuk FIFA
Organisasi olahraga dunia seperti FIFA menuntut para pemimpin dan pejabatnya untuk mempertahankan netralitas politik, agar keputusan dan kebijakan mereka benar‐benar mewakili kepentingan olahraga, bukan afiliasi politik individu. Meskipun FIFA secara eksplisit mungkin tidak memiliki dalam setiap pasal “menjalin hubungan dengan politisi X adalah dilarang”, namun kode etik dan statuta internal FIFA mengandung ketentuan tentang konflik kepentingan, loyalitas terhadap organisasi dan tidak menggunakan jabatan untuk keuntungan politik atau pribadi. Sebagai contoh, pada 2016 dan setelahnya, Infantino pernah diperiksa terkait beberapa penerbangan pribadi dan konflik kepentingan, namun pada akhirnya dinyatakan bahwa “tidak ditemukan pelanggaran pelanggaran Kode Etik FIFA”.
Maka ketika ia secara terbuka menyatakan hubungan “dekat” dengan Presiden AS Trump dan menyebut bantuan yang diberikan untuk “segala sesuatu” yang berkaitan dengan Piala Dunia, maka muncul kekhawatiran:
- Apakah hubungan seperti itu mengganggu reputasi netralitas FIFA?
- Apakah bantuan tersebut dalam kerangka resmi atau informal, dan apakah itu berarti adanya imbalan, atau pemanfaatan posisi oleh pihak tertentu?
- Apakah pihak lain (anggota asosiasi anggota FIFA, federasi nasional) merasa posisi tersebut menciptakan ketidakseimbangan atau potensi perlakuan istimewa?
Apakah Akan Ada Investigasi?
Sejauh ini, belum ada laporan resmi bahwa FIFA telah membuka investigasi khusus terhadap pernyataan tersebut atau dukungan publik Infantino kepada Trump. Namun melihat sejarah, beberapa hal relevan patut dicermati:
- Infantino telah sebelumnya menjalani penyelidikan oleh Dewan Etik Independen FIFA atas dugaan pelanggaran terkait penerbangan, konflik kepentingan dan sumber dana—meskipun ia akhirnya dibersihkan.
- Dalam kasus berbeda, ia juga menjadi subjek penyelidikan kriminal di Swiss terkait pertemuan dengan Jaksa Agung Swiss. Meski akhirnya kasus tersebut ditutup.
- Revisi kode etik FIFA pada tahun 2016 menunjukkan bahwa ada kekhawatiran terhadap independensi proses investigatif internal.
Dengan latar belakang itu, meskipun belum dilaporkan secara terbuka bahwa investigasi sedang berlangsung terkait dukungan politik tersebut, maka secara logis bisa saja salah satu dari berikut terjadi:
- Kecaman atau sorotan publik membuat FIFA atau komite etik meninjau secara internal apakah pernyataan Infantino melanggar statuta atau kode etik.
- Federasi‐anggota FIFA atau asosiasi nasional mengajukan komplain resmi terhadap Presiden FIFA, meminta klarifikasi atau tindakan disipliner.
- Tidak ada investigasi formal dilakukan karena dianggap belum melanggar secara teknis statuta FIFA—tergantung interpretasi “netralitas” dan apakah tindakan tersebut dianggap konflik kepentingan.
Implikasi dan Risiko bagi FIFA
Dukungan terbuka kepada tokoh politik seperti Trump bisa membawa sejumlah risiko bagi FIFA:
- Reputasi netralitas: Seolah FIFA berpihak atau berafiliasi dengan politikus tertentu, padahal organisasi olahraga diharapkan bersikap non‐partisan.
- Kepercayaan para anggota: Federasi nasional anggota FIFA mungkin merasa bahwa Presiden memiliki kedekatan yang memberi keistimewaan politik atau ekonomi kepada satu negara, yang bisa menimbulkan rasa tidak adil.
- Tuntutan terhadap governance (tata kelola): Jika kemudian terbukti bahwa dukungan tersebut berkaitan dengan pertukaran politik/ekonomi, maka akan membuka kembali isu tata kelola, transparansi dan konflik kepentingan di FIFA.
- Preseden untuk masa depan: Bila Presiden FIFA boleh mendukung politik secara terbuka, maka pertanyaan muncul tentang batasan antara olahraga dan politik — ini bisa menimbulkan kekacauan integritas global sepakbola.
Kesimpulan
Pernyataan Gianni Infantino yang menyebut hubungan dekatnya dengan Donald Trump dan bantuan Trump terhadap FIFA untuk “segala sesuatu dalam mengerjakan Piala Dunia” telah memicu sorotan etis dan governance terhadap posisi Presiden FIFA. Secara formal, hingga saat ini belum ada pengumuman bahwa investigasi khusus terkait pernyataan itu telah dibuka. Namun karena sejarah penyelidikan dan sensitivitas isu netralitas, maka potensi pemeriksaan tetap ada.
Bagi FIFA, ini adalah momen penting: menjaga kepercayaan global, memimpin dengan integritas dan memastikan bahwa setiap tindakan—termasuk pernyataan publik pemimpin tertinggi—tidak meruntuhkan nilai netralitas, keadilan dan transparansi. Jika tidak ditangani dengan cermat, maka isu ini bisa menjadi tantangan serius bagi kredibilitas organisasi.
