
- Bitcoin dilaporkan berada di kisaran US$ 99.775 pada satu titik pengukuran.
- Ethereum tercatat di sekitar US$ 3.245,24, sedikit menurun.
→ Kedua aset ini menunjukkan penurunan dan tekanan pasar yang cukup nyata saat ini.
Apa yang terjadi dan mengapa terjadi?
1. Penurunan besar dari puncak
KATURI BUSINESS – Pasar kripto memasuki fase penurunan cukup tajam setelah periode reli yang kuat. Misalnya, Bitcoin sempat mencetak rekor di atas US$ 126.000 pada Oktober 2025, namun kini turun sekitar 20 % atau lebih dari puncaknya.
Ethereum pun tak lepas dari tekanan: terpatahkan support penting di sekitar US$ 3.590-3.600, dan sekarang berada di kisaran US$ 3.500 ke bawah.
2. Faktor makro dan eksternal
Beberapa faktor eksternal ikut berperan besar dalam kejatuhan ini:
- Sikap moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve (The Fed), yang menunjukkan bahwa pemangkasan suku bunga mungkin akan tertunda, sehingga investor menjauh dari aset berisiko.
- Penguatan dolar AS dan naiknya imbal hasil obligasi, yang membuat aset kripto (sering dilihat sebagai aset berisiko) kurang menarik.
- Aliran keluar dari produk kripto institusional (ETF & semacamnya), yang mengurangi likuiditas dan mendukung aksi jual.
3. Tekanan teknikal dan sentimen
- Setelah menembus level support kunci (misalnya US$ 107.000–110.000 untuk Bitcoin), banyak posisi leveraged (pinjaman/pembiayaan) yang terlikuidasi, mempercepat penurunan.
- Indeks “Fear & Greed” (takut & serakah) untuk kripto menunjukkan tingkat “Extreme Fear” – yang berarti sentimen investor sangat negatif.
- Pengeluar koin jangka panjang (long‐term holders) mulai menjual – ini sering jadi sinyal bahwa momentum bullish mulai melemah.
Dampak ke Bitcoin & Ethereum
Bitcoin
Walaupun BTC masih berada di kisaran enam digit, konteksnya berbeda: dari posisi sangat kuat menjadi posisi yang rentan. Penurunan di bawah US$ 105.000 dan bahkan ke bawah US$ 100.000 telah memukul kepercayaan pasar.
Tingkat likuidasi yang tinggi dan penjualan oleh pemegang jangka panjang menunjukkan bahwa sementara reli sebelumnya dihasilkan dari permintaan kuat, sekarang supply dan tekanan jual mulai muncul.
Ethereum
ETH menunjukkan kerentanan yang lebih besar dibandingkan Bitcoin, dengan penurunan lebih cepat dan rentan terhadap berita negatif maupun penurunan likuiditas. Sebagai contoh, telah gagal mempertahankan support kunci di sekitar US$ 3.590 dan menurun ke sekitar US$ 3.565-3.600.
Ini menunjukkan bahwa pasar altcoin (termasuk ETH) mungkin mengambil bagian terbesar dari penurunan ketika BTC terguncang.
Implikasi untuk investor dan pasar Indonesia
- Investor harus sadar bahwa kripto sekarang sangat dipengaruhi tidak hanya oleh dinamika internal (teknologi, blockchain) tapi juga oleh kondisi makro global seperti suku bunga, kebijakan moneter, dan aliran dana institusional.
- Support teknikal kunci berikutnya perlu diwaspadai—bagi BTC berada di sekitar US$ 100.000 dan ETH di kisaran US$ 3.300-3.500. Jika support ini pecah, potensi penurunan lebih lanjut terbuka.
- Untuk investor di Indonesia (atau Asia), selain faktor global, juga perlu memperhatikan likuiditas lokal, peraturan dalam negeri, dan efek dari konversi ke Rupiah atau mata uang regional.
- Strategi “buy the dip” (beli saat turun) harus dilakukan dengan hati-hati: penurunan besar seperti ini bukan hanya koreksi minor, melainkan bisa jadi fase konsolidasi atau awal penurunan yang lebih dalam. Diversifikasi dan manajemen risiko penting.
Apakah ada titik balik?
Walau situasi saat ini cukup negatif, beberapa pengamat tetap melihat kemungkinan bahwa penurunan ini bisa menjadi reset sehat sebelum fase berikutnya. Sebagai contoh:
- Kondisi teknikal yang jebol sudah memberi ruang bagi pembeli baru jika sentimen menjadi positif kembali.
- Jika ada katalis positif—misalnya regulasi yang lebih jelas, stimulus likuiditas, atau adopsi institusional besar—maka pemulihan bisa dipercepat. Namun, tidak ada jaminan bahwa pemulihan cepat akan terjadi.
Kesimpulan
Pada 14 November 2025, pasar kripto berada dalam fase yang cukup sulit:
- Bitcoin dan Ethereum keduanya mengalami tekanan signifikan baik dari sisi teknikal maupun sentimen.
- Faktor eksternal (moneter, regulasi, likuiditas) memainkan peranan besar dalam penurunan.
- Meskipun masih ada peluang untuk rebound, kondisi saat ini mengharuskan investor untuk lebih waspada, mengelola risiko dengan baik, dan tidak terbawa euforia.
