
KATURI HEALTH – Donor ginjal kerap dipersepsikan sebagai tindakan medis yang berisiko dan dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar. Menurut dokter konsultan urologi onkologi Profesor Agus Rizal A.H. Hamid, pendonor ginjal justru dalam banyak kasus menunjukkan kondisi kesehatan yang lebih baik dibandingkan orang yang tidak pernah mendonorkan ginjalnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Agus dalam temu media yang digelar di Eka Hospital MT Haryono, Jakarta, Selasa (13/1/2026). Ia menjelaskan bahwa sejumlah data dan pengamatan medis, termasuk dari luar negeri, menunjukkan fakta menarik mengenai kondisi pendonor ginjal dalam jangka panjang.
“Data di luar negeri menunjukkan bahwa orang yang mendonorkan ginjalnya, yang kemudian hidup dengan satu ginjal, justru memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik dibandingkan orang pada umumnya. Salah satu alasannya karena mereka menyadari ginjalnya hanya satu, sehingga terdorong untuk menjalani hidup yang lebih sehat,” ujar Prof. Agus.
Kesadaran Kesehatan yang Lebih Tinggi
Menurut Prof. Agus, kunci utama dari kondisi kesehatan pendonor ginjal terletak pada perubahan perilaku dan gaya hidup. Seseorang yang telah mendonorkan ginjalnya umumnya memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga kesehatan tubuh, khususnya fungsi ginjal yang tersisa. Kesadaran ini mendorong mereka untuk lebih disiplin dalam menjalani pola hidup sehat.
Pendonor ginjal cenderung lebih memperhatikan asupan makanan, menghindari konsumsi garam berlebih, membatasi makanan tinggi lemak, serta menjaga kecukupan cairan tubuh. Selain itu, mereka juga lebih waspada terhadap kebiasaan yang berisiko merusak ginjal, seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, atau penggunaan obat-obatan tanpa pengawasan medis.
“Karena tahu ginjalnya hanya satu, mereka jadi lebih patuh terhadap anjuran dokter. Ini yang akhirnya berdampak positif terhadap kesehatan secara keseluruhan,” jelasnya.
Seleksi Ketat Calon Pendonor
Faktor lain yang membuat pendonor ginjal cenderung lebih sehat adalah proses seleksi medis yang sangat ketat sebelum tindakan donor dilakukan. Tidak semua orang bisa menjadi pendonor ginjal. Calon pendonor harus melalui serangkaian pemeriksaan menyeluruh, mulai dari fungsi ginjal, kondisi jantung, tekanan darah, hingga kesehatan metabolik secara umum.
Orang dengan riwayat penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi tidak terkontrol, atau gangguan ginjal otomatis tidak diperkenankan menjadi pendonor. Dengan demikian, mereka yang lolos sebagai pendonor umumnya memang berada dalam kondisi fisik yang prima sejak awal.
Setelah donor dilakukan, pendonor juga menjalani pemantauan kesehatan secara berkala. Kontrol rutin ini memungkinkan deteksi dini apabila muncul masalah kesehatan, sehingga dapat segera ditangani.
Hidup Normal dengan Satu Ginjal
Secara medis, manusia dapat hidup normal hanya dengan satu ginjal. Ginjal yang tersisa akan beradaptasi dan bekerja lebih optimal untuk menggantikan fungsi ginjal yang telah didonorkan. Prof. Agus menegaskan bahwa dengan pengawasan medis yang baik, pendonor ginjal dapat menjalani kehidupan sehari-hari tanpa hambatan berarti, termasuk bekerja, berolahraga, dan beraktivitas seperti biasa.
Namun demikian, ia menekankan bahwa pendonor tetap harus menjaga gaya hidup sehat sepanjang hidupnya. Pemeriksaan rutin, pengendalian tekanan darah, serta menjaga berat badan ideal menjadi bagian penting dari upaya menjaga fungsi ginjal jangka panjang.
Meluruskan Stigma di Masyarakat
Pernyataan Prof. Agus juga diharapkan dapat meluruskan stigma negatif yang masih berkembang di masyarakat mengenai donor ginjal. Banyak orang takut menjadi pendonor karena khawatir kesehatannya akan menurun drastis. Padahal, dengan prosedur medis yang tepat dan komitmen terhadap gaya hidup sehat, risiko jangka panjang dapat diminimalkan.
Donor ginjal sendiri merupakan salah satu bentuk tindakan kemanusiaan yang memiliki dampak besar bagi penerima. Satu ginjal yang didonorkan dapat menyelamatkan dan meningkatkan kualitas hidup seseorang yang menderita gagal ginjal stadium akhir.
Kesimpulan
Pendonor ginjal tidak serta-merta menjadi lebih rentan secara kesehatan. Justru, berdasarkan pengamatan medis dan pengalaman klinis, mereka cenderung memiliki kondisi kesehatan yang baik karena menjalani hidup dengan kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga tubuh. Dengan seleksi ketat, pemantauan rutin, dan komitmen pada pola hidup sehat, hidup dengan satu ginjal bukanlah penghalang untuk menjalani kehidupan yang berkualitas.
Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa donor ginjal, bila dilakukan secara aman dan bertanggung jawab, tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga dapat mendorong pendonor untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan terkontrol.
