
Pantangan dan Cara Diet OCD yang Benar agar Hasil Maksimal
Diet OCD (Obsessive Corbuzier’s Diet) adalah metode penurunan berat badan yang dipopulerkan oleh mentalis dan presenter ternama Indonesia, Deddy Corbuzier. Diet ini menggabungkan prinsip intermittent fasting (puasa berkala) dengan pengaturan pola makan yang disiplin namun fleksibel. Meski terkesan sederhana, diet ini menuntut komitmen tinggi untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Bagi Anda yang tertarik menjalani diet OCD, penting untuk mengetahui tidak hanya cara menjalankannya, tetapi juga pantangan-pantangan yang harus dihindari agar tidak menggagalkan usaha diet Anda.
Prinsip Dasar Diet OCD
Diet OCD pada dasarnya menekankan pada pengaturan waktu makan atau jendela makan (eating window). Selama waktu tertentu dalam sehari, Anda diperbolehkan makan, dan di luar waktu itu, Anda harus berpuasa (hanya diperbolehkan minum air putih, teh tawar, atau kopi pahit tanpa gula).
Berikut adalah beberapa metode jendela makan dalam diet OCD:
- Jendela makan 8 jam
Anda bebas makan selama 8 jam, lalu puasa selama 16 jam berikutnya. Contohnya, jika mulai makan pukul 12.00 siang, maka jendela makan akan berakhir pukul 20.00. - Jendela makan 6 jam
Anda makan dalam waktu 6 jam dan puasa 18 jam. Misalnya, mulai makan pukul 12.00 dan selesai pukul 18.00. - Jendela makan 4 jam
Anda makan hanya dalam waktu 4 jam sehari dan puasa selama 20 jam. Ini hanya disarankan untuk mereka yang sudah terbiasa dengan puasa berkala. - Puasa 24 jam (1 hari tidak makan)
Ini adalah metode paling ekstrem, di mana Anda makan hanya sekali sehari, lalu puasa penuh selama 24 jam sebelum makan berikutnya. Biasanya dilakukan hanya 1–2 kali seminggu, tergantung kesiapan tubuh.
Cara Diet OCD yang Benar
Agar diet OCD berhasil dan tidak berdampak buruk pada kesehatan, berikut langkah-langkah menjalankannya dengan benar:
- Mulai secara bertahap
Jangan langsung memilih metode ekstrem. Mulailah dari jendela makan 8 jam, lalu turunkan perlahan sesuai kemampuan tubuh. - Perhatikan kualitas makanan
Meskipun dalam diet OCD tidak ada pantangan jenis makanan secara ketat, bukan berarti Anda bisa makan sembarangan. Pilih makanan bergizi, hindari makanan ultra-proses, dan batasi konsumsi gula serta lemak trans. - Cukupi kebutuhan cairan
Selama puasa, tubuh tetap membutuhkan cairan. Minumlah air putih secara teratur untuk menjaga metabolisme dan mencegah dehidrasi. - Tetap berolahraga
Diet OCD sebaiknya dibarengi dengan aktivitas fisik ringan hingga sedang, seperti jalan kaki, yoga, atau angkat beban ringan. - Dengarkan sinyal tubuh
Jika merasa pusing, lemas berlebihan, atau gejala lain yang mengganggu, jangan paksakan diri. Konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter jika perlu. - Konsistensi lebih penting daripada kecepatan
Jangan tergoda hasil instan. Diet yang sukses adalah diet yang bisa dijalani secara berkelanjutan dan tidak menyiksa.
Pantangan dalam Diet OCD
Meskipun diet OCD terkesan fleksibel, ada sejumlah pantangan yang sebaiknya dihindari agar hasil yang dicapai lebih efektif:
- Makan berlebihan saat jendela makan
Banyak pelaku diet OCD yang tergoda untuk “balas dendam” makan saat jendela makan dimulai. Hal ini bisa menyebabkan surplus kalori dan menghambat penurunan berat badan. - Mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak jenuh
Gula berlebih dan lemak jenuh dari makanan cepat saji, gorengan, atau minuman manis dapat mengganggu proses pembakaran lemak selama puasa. - Melewatkan waktu makan secara ekstrem
Terlalu sering memaksakan puasa 24 jam tanpa persiapan dapat menurunkan daya tahan tubuh dan menyebabkan stres metabolik. - Kurang tidur dan stres
Istirahat yang kurang dan stres berkepanjangan dapat memicu hormon kortisol yang berkontribusi terhadap penumpukan lemak, terutama di area perut. - Mengabaikan kebutuhan nutrisi penting
Hanya karena fokus pada waktu makan, jangan sampai Anda kekurangan zat gizi penting seperti protein, serat, vitamin, dan mineral.
Kesimpulan
Diet OCD bisa menjadi metode efektif untuk menurunkan berat badan, menjaga kesehatan metabolik, dan memperbaiki pola makan. Namun, kunci utama dari keberhasilan diet ini bukan hanya soal berapa lama Anda berpuasa, tetapi bagaimana Anda menjaga kualitas asupan makanan dan pola hidup secara keseluruhan.
Dengan mematuhi pantangan dan mengikuti cara diet OCD yang benar, Anda bisa mendapatkan hasil maksimal tanpa membahayakan kesehatan. Ingat, setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda, jadi penting untuk menjalankan diet dengan kesadaran penuh, disiplin, dan jika perlu, dengan bimbingan ahli.
