
KATURI NEWS – Indonesia resmi menjadi bagian dari World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), sebuah organisasi kerja sama internasional di bidang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang diinisiasi oleh China. Keikutsertaan Indonesia ditandai melalui penandatanganan dokumen pendirian organisasi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Shanghai. Langkah tersebut dilakukan berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam rapat terbatas sebelumnya.
Bergabungnya Indonesia dalam WAICO mencerminkan komitmen pemerintah untuk berpartisipasi aktif dalam pembentukan tata kelola AI di tingkat internasional. Seiring berkembangnya teknologi kecerdasan artifisial di berbagai sektor, kolaborasi antarnegara dinilai menjadi salah satu upaya penting untuk memastikan pemanfaatan AI berlangsung secara bertanggung jawab, aman, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Dalam keterangannya, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa keikutsertaan Indonesia merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendukung pembangunan ekonomi sekaligus mempercepat pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pemerintah berharap pemanfaatan teknologi AI dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global.
Pembentukan WAICO melibatkan 29 negara yang turut menandatangani dokumen pendiriannya. Selain Indonesia, sejumlah pejabat tinggi dari berbagai negara hadir dalam penandatanganan tersebut. Di antaranya Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Kecerdasan Artifisial dan Pengembangan Digital Kazakhstan Zhaslan Madiyev, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Laos Thongsavanh Phomvihane, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar, serta Wakil Kepala Administrasi Kepresidenan Rusia Maxim Oreshkin. Acara tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PBB António Guterres bersama perwakilan dari sejumlah negara lain, termasuk Brasil dan Afrika Selatan.
Kehadiran Indonesia dalam organisasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi negara dalam berbagai pembahasan mengenai perkembangan teknologi AI di tingkat global. Selain menjadi wadah kerja sama internasional, WAICO juga berpotensi menjadi forum untuk berbagi pengalaman, memperluas kolaborasi penelitian, serta membangun standar tata kelola yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi di masa depan.
Pemerintah menilai bahwa kecerdasan artifisial merupakan salah satu teknologi strategis yang akan berperan besar dalam transformasi ekonomi digital. Oleh karena itu, Indonesia perlu mengambil bagian dalam penyusunan kebijakan dan kerja sama internasional agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangannya. Melalui keterlibatan tersebut, Indonesia memiliki peluang untuk memperluas kerja sama di bidang inovasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga investasi yang berkaitan dengan teknologi digital.
Airlangga juga menegaskan pentingnya keterlibatan Indonesia dalam pembahasan tata kelola AI global. Menurutnya, pengembangan teknologi kecerdasan artifisial harus dilakukan secara sehat, bermanfaat, aman, dan adil bagi seluruh umat manusia. Prinsip tersebut sejalan dengan tujuan serta nilai-nilai yang terkandung dalam Piagam PBB. Dengan bergabung dalam WAICO, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk mendukung kolaborasi internasional dalam menciptakan ekosistem AI yang bertanggung jawab sekaligus memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
