
KATURI NEWS – Aktivitas perdagangan di pasar saham Indonesia pada Senin (9/3) menunjukkan adanya aksi jual bersih oleh investor asing pada sejumlah saham, terutama dari sektor energi. Kondisi ini terjadi di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami tekanan sejak awal sesi perdagangan.
Data dari Stockbit Sekuritas menunjukkan bahwa meskipun terjadi penjualan pada beberapa saham tertentu, secara keseluruhan investor asing masih mencatatkan pembelian bersih hingga pertengahan hari. Total nilai pembelian oleh investor asing mencapai sekitar Rp4,84 triliun, sedangkan nilai penjualan berada di kisaran Rp4,01 triliun. Dengan demikian, pasar saham masih mencatatkan net foreign buy sebesar kurang lebih Rp835,81 miliar hingga sesi perdagangan siang.
Struktur transaksi di pasar saham Indonesia pada hari tersebut masih didominasi oleh investor domestik. Dari total nilai transaksi yang terjadi, investor lokal menyumbang sekitar 68,19 persen, sementara investor asing mengambil porsi sekitar 31,81 persen. Dominasi investor domestik ini menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan dalam negeri masih menjadi penopang utama pergerakan pasar saham nasional.
Meski secara keseluruhan investor asing masih melakukan pembelian bersih, beberapa saham justru mengalami tekanan akibat aksi jual dari investor luar negeri. Saham dari sektor energi menjadi salah satu yang paling terdampak oleh aksi tersebut.
Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk dengan kode BIPI tercatat sebagai saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing pada hari itu. Berdasarkan data perdagangan, investor asing mencatatkan net sell sebanyak 37.692.000 saham di perusahaan tersebut. Dari sisi transaksi, total saham yang dijual oleh investor asing mencapai 231.229.200 saham, sementara pembelian kembali tercatat sebanyak 193.537.200 saham.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa meskipun investor asing masih melakukan pembelian pada saham BIPI, jumlah saham yang dilepas tetap lebih besar dibandingkan yang dibeli kembali. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya aksi jual bersih yang cukup signifikan pada saham perusahaan infrastruktur dan energi tersebut.
Di posisi kedua saham yang paling banyak dilepas investor asing adalah PT Energi Mega Persada Tbk dengan kode ENRG. Pada perdagangan Senin, saham ENRG mencatat net sell sebanyak 29.252.400 saham oleh investor asing. Rinciannya, total penjualan asing mencapai 87.501.400 saham, sedangkan pembelian kembali oleh investor asing tercatat sebanyak 58.249.000 saham.
Fenomena aksi jual pada saham-saham energi ini terjadi di tengah dinamika pasar yang cukup volatil. Tekanan pada IHSG turut memengaruhi sentimen investor, terutama investor asing yang cenderung lebih sensitif terhadap perubahan kondisi global maupun pergerakan harga komoditas.
Sektor energi sendiri selama beberapa waktu terakhir menjadi salah satu sektor yang cukup aktif diperdagangkan di pasar saham Indonesia. Pergerakan harga komoditas global, seperti minyak dan batu bara, sering kali memberikan dampak langsung terhadap kinerja saham perusahaan energi di Bursa Efek Indonesia.
Selain faktor komoditas, keputusan investor asing untuk melakukan aksi jual pada beberapa saham juga dapat dipengaruhi oleh strategi pengelolaan portofolio. Investor global biasanya melakukan penyesuaian portofolio berdasarkan perkembangan ekonomi global, nilai tukar mata uang, hingga kondisi geopolitik yang dapat memengaruhi stabilitas pasar keuangan.
Meskipun terdapat aksi jual pada sejumlah saham tertentu, kondisi net foreign buy secara keseluruhan menunjukkan bahwa minat investor asing terhadap pasar saham Indonesia masih cukup terjaga. Aliran dana asing yang masih masuk ke pasar menjadi salah satu indikator bahwa pasar modal Indonesia tetap menarik bagi investor global.
Ke depan, pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan faktor eksternal maupun domestik yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG. Sentimen global, kebijakan moneter, serta perkembangan harga komoditas diperkirakan tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan investasi di pasar saham Indonesia.
