
KATURI NEWS – Sebuah video yang diunggah di media sosial mendadak viral setelah memperlihatkan reaksi seorang perantau asal Lampung Timur yang kaget melihat kondisi kampung halamannya. Pria tersebut mengaku terkejut ketika kembali ke daerah asalnya di Provinsi Lampung, dan mendapati banyak ruas jalan dalam kondisi rusak.
Video tersebut diunggah pada Senin (16/2/2026) dan langsung menyita perhatian warganet. Dalam keterangan unggahannya, pria itu menuliskan kalimat bernada satire, “Perantau Asal Lampung Timur Kaget, Pas Balik Lampung Sudah Banyak Muncul Wisata Baru.”
Istilah “wisata baru” yang digunakan dalam video itu diduga sebagai bentuk sindiran terhadap kondisi jalan yang berlubang dan rusak parah. Unggahan tersebut pun memicu beragam komentar dari netizen.
Sindiran Satire Soal Infrastruktur
Dalam rekaman video yang beredar, tampak beberapa ruas jalan dengan permukaan tidak rata, berlubang, dan digenangi air. Sang perantau menyampaikan keterkejutannya karena menurutnya, kondisi tersebut berbeda dari yang ia bayangkan.
Alih-alih melihat pembangunan infrastruktur yang lebih baik, ia justru mendapati banyak titik jalan rusak yang dianggapnya memprihatinkan. Istilah “wisata baru” kemudian muncul sebagai ungkapan sindiran, seolah-olah jalan rusak tersebut menjadi pemandangan baru bagi warga setempat.
Gaya penyampaian yang satir dan ringan membuat video ini cepat menyebar. Banyak warganet yang menganggapnya sebagai bentuk kritik sosial yang dikemas secara humoris.
Reaksi Netizen Ramai
Tak butuh waktu lama, kolom komentar video tersebut dipenuhi tanggapan warganet. Sebagian besar komentar bernada serupa, yakni menyuarakan kekecewaan terhadap kondisi infrastruktur.
Beberapa komentar yang mencuat antara lain menyebut tidak adanya perubahan signifikan di daerah tersebut. Ada pula yang menyambut istilah “wisata baru” dengan nada ironi, mempertegas sindiran yang disampaikan dalam video.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial menjadi ruang ekspresi publik untuk menyampaikan aspirasi, termasuk kritik terhadap pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Infrastruktur Jadi Sorotan
Kondisi jalan rusak memang kerap menjadi keluhan masyarakat di berbagai daerah. Jalan merupakan infrastruktur vital yang menunjang mobilitas warga, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi.
Kerusakan jalan dapat berdampak pada meningkatnya risiko kecelakaan, kerusakan kendaraan, hingga hambatan distribusi hasil pertanian atau perdagangan. Bagi daerah yang sebagian masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor agraris, akses jalan yang memadai sangat penting.
Meski belum ada keterangan resmi dari pemerintah setempat terkait video yang viral tersebut, isu infrastruktur biasanya menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah.
Media Sosial sebagai Sarana Kritik
Peristiwa ini kembali menegaskan peran media sosial sebagai sarana kritik sosial. Melalui video singkat dan narasi sederhana, pesan yang disampaikan dapat menjangkau audiens luas dalam waktu singkat.
Fenomena viral sering kali menjadi pemicu perhatian publik yang lebih besar terhadap suatu isu. Dalam beberapa kasus, konten viral bahkan mendorong respons dari pihak berwenang.
Namun demikian, penting untuk memastikan bahwa informasi yang beredar tetap akurat dan tidak dilebih-lebihkan. Dokumentasi visual memang memberikan gambaran langsung, tetapi konteks yang lengkap tetap diperlukan agar publik memperoleh pemahaman menyeluruh.
Tantangan Pembangunan Daerah
Pembangunan infrastruktur di daerah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan anggaran hingga kondisi geografis. Lampung Timur sendiri memiliki wilayah yang cukup luas dengan karakteristik yang beragam, sehingga perawatan jalan memerlukan perencanaan dan alokasi dana yang konsisten.
Dalam banyak kasus, perbaikan jalan dilakukan secara bertahap sesuai prioritas dan kemampuan anggaran daerah. Meski demikian, keluhan warga sering kali muncul ketika kerusakan berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang terlihat.
Viralnya video ini menjadi sinyal bahwa masyarakat berharap adanya peningkatan kualitas infrastruktur, terutama pada jalur-jalur utama yang digunakan sehari-hari.
Humor sebagai Bentuk Protes
Penggunaan istilah “wisata baru” menunjukkan bagaimana humor kerap menjadi medium untuk menyampaikan kritik. Alih-alih menyampaikan keluhan secara langsung dan keras, pendekatan satir sering kali lebih mudah diterima publik.
Namun di balik humor tersebut, tersirat pesan serius mengenai kebutuhan akan infrastruktur yang layak. Kritik semacam ini bisa menjadi bahan refleksi bagi pihak terkait untuk mengevaluasi kondisi di lapangan.
Harapan Warga ke Depan
Banyak netizen berharap agar kondisi jalan yang menjadi sorotan segera mendapat perhatian. Infrastruktur yang baik bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai daerah dengan potensi ekonomi dan sumber daya alam, Lampung Timur memiliki peluang untuk terus berkembang. Peningkatan kualitas jalan dan fasilitas umum lainnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup warga.
Kesimpulan
Video perantau asal Lampung Timur yang kaget melihat jalan rusak di kampung halamannya menjadi perbincangan luas di media sosial. Dengan gaya satir menyebutnya sebagai “wisata baru,” unggahan tersebut berhasil menarik perhatian publik dan memicu diskusi tentang kondisi infrastruktur daerah.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana suara warga dapat dengan cepat menyebar di era digital. Meski dikemas dalam humor, pesan yang disampaikan tetap serius: masyarakat menginginkan perbaikan dan perubahan nyata.
Kini, publik menantikan apakah sorotan viral ini akan membawa dampak konkret terhadap pembenahan infrastruktur di wilayah tersebut.
