
KATURI NEWS – Peristiwa tragis terjadi di Objek Wisata Lembah Batang Mangkisi, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Dua anak pengunjung dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam pemandian yang berada di kawasan wisata tersebut.
Kejadian ini mengejutkan para pengunjung yang saat itu tengah menikmati suasana liburan akhir pekan. Suasana yang semula dipenuhi aktivitas rekreasi mendadak berubah menjadi kepanikan ketika korban diketahui tidak lagi muncul ke permukaan air.
Polisi Benarkan Kejadian
Kapolsek Luhak, Iptu Isral Riandi, membenarkan peristiwa tersebut. Pihak kepolisian menerima laporan tak lama setelah kejadian dan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.
Menurut keterangan yang dihimpun, kedua korban adalah anak-anak yang ikut bersama rombongan kegiatan keluarga atau family gathering yang digelar oleh Club Civid Wonder Minangkabau di kawasan wisata itu. Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah keluarga yang datang untuk berlibur dan menghabiskan waktu bersama.
Korban diketahui berinisial RA (8), warga Kecamatan Panyalaian, Kabupaten Tanahdatar, dan BZ (11), warga Kecamatan Padangpanjang Timur, Kota Padangpanjang.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian dan saksi di lokasi, peristiwa bermula ketika kedua anak tersebut bermain dan mandi di kolam pemandian bersama pengunjung lain. Aktivitas berenang dan bermain air merupakan salah satu daya tarik utama di objek wisata tersebut, sehingga cukup banyak pengunjung yang berada di area kolam saat itu.
Beberapa waktu kemudian, kedua anak tersebut meminta izin kepada orang tua mereka untuk mengambil ban pelampung yang berada di mobil. Kendaraan tersebut diparkir tidak jauh dari area kolam, sehingga orang tua korban pergi sejenak untuk mengambil perlengkapan tersebut.
Namun, dalam rentang waktu yang relatif singkat, situasi berubah. Kedua anak itu diduga kembali ke kolam atau berada di area air tanpa pengawasan langsung, hingga akhirnya tenggelam.
Pengunjung lain mulai menyadari adanya kondisi darurat ketika korban tidak terlihat di permukaan air. Upaya pencarian pun dilakukan secara spontan oleh pengunjung dan pengelola, sebelum akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Upaya Penyelamatan
Setelah korban ditemukan, sejumlah orang di lokasi berusaha memberikan pertolongan pertama dan segera membawa mereka untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa kedua anak tersebut tidak dapat diselamatkan.
Kejadian ini meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga korban dan rombongan yang ikut dalam kegiatan tersebut. Banyak pengunjung yang mengaku terpukul karena peristiwa tersebut terjadi begitu cepat dan tidak terduga.
Lokasi Wisata dan Aktivitas Pengunjung
Objek Wisata Lembah Batang Mangkisi dikenal sebagai salah satu destinasi rekreasi alam di Kabupaten Limapuluh Kota. Kawasan ini menawarkan pemandangan alam serta fasilitas kolam pemandian yang menjadi favorit bagi keluarga dan anak-anak.
Pada akhir pekan dan hari libur, jumlah pengunjung biasanya meningkat, termasuk rombongan keluarga atau komunitas yang mengadakan kegiatan bersama. Aktivitas berenang menjadi salah satu kegiatan yang paling diminati, terutama oleh anak-anak.
Namun, seperti halnya lokasi wisata air lainnya, faktor keselamatan menjadi hal yang sangat penting. Pengawasan orang tua, penggunaan pelampung, serta kepatuhan terhadap aturan keselamatan menjadi kunci untuk mencegah kecelakaan.
Pentingnya Pengawasan Anak di Area Air
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, khususnya di area yang memiliki potensi risiko seperti kolam renang, sungai, atau pantai.
Anak-anak sering kali belum memiliki kemampuan berenang yang memadai atau kesadaran terhadap bahaya di dalam air. Bahkan di kolam yang terlihat aman, kondisi seperti kedalaman air, permukaan licin, atau kelelahan dapat meningkatkan risiko tenggelam.
Para ahli keselamatan air menyarankan agar anak-anak selalu berada dalam pengawasan orang dewasa ketika berada di area perairan. Selain itu, penggunaan pelampung atau alat bantu renang juga dianjurkan, terutama bagi anak yang belum mahir berenang.
Respons Masyarakat dan Imbauan
Kabar mengenai kejadian ini dengan cepat menyebar dan memicu keprihatinan masyarakat. Banyak pihak menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Pihak kepolisian juga mengimbau pengunjung tempat wisata, khususnya yang membawa anak-anak, untuk meningkatkan kewaspadaan. Orang tua diharapkan tidak lengah dan selalu memastikan anak berada dalam pengawasan, terutama di lokasi yang memiliki potensi bahaya.
Selain itu, pengelola tempat wisata juga diingatkan untuk memastikan standar keselamatan terpenuhi, seperti penyediaan petugas pengawas kolam, papan peringatan, dan fasilitas keselamatan lainnya.
Pelajaran dari Peristiwa
Tragedi yang terjadi di Lembah Batang Mangkisi menjadi pengingat bahwa kecelakaan dapat terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Situasi yang tampak aman bisa berubah menjadi darurat hanya dalam hitungan menit.
Kesadaran akan keselamatan perlu menjadi prioritas bersama, baik oleh pengunjung maupun pengelola tempat wisata. Edukasi mengenai keselamatan air juga penting diberikan kepada anak-anak sejak dini, agar mereka memahami risiko dan dapat bersikap lebih berhati-hati.
Kesimpulan
Peristiwa tenggelamnya dua anak di kolam pemandian Objek Wisata Lembah Batang Mangkisi pada Minggu (8/2/2026) menjadi duka mendalam bagi banyak pihak. Kedua korban, RA (8) dan BZ (11), meninggal dunia setelah tenggelam saat bermain di kolam dalam kegiatan family gathering.
Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya pengawasan dan kewaspadaan, terutama di area wisata air yang sering dikunjungi keluarga. Di balik keindahan dan kesenangan berwisata, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama.
Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang, dan setiap kegiatan rekreasi dapat berlangsung dengan aman serta menyenangkan bagi semua pengunjung.
